0

Menanti, Memasrahkan, Sebuah Mukjijat dan MELAHIRKAN! Part 2

“Langsung disiapin operasi ya”

Sambil meringis dan fokus pada rasa mulas yang sedang kurasa, aku mendengar dokter memberi instruksi kepada bidan untuk menyiapkan operasi. Aku sudah tidak kepikiran lagi untuk banyak bertanya ini itu saat dr. Satrio menghampiri, beliau berkata “kita majukan ya, operasi jam 10 nanti. kasian nahan sakit kalau nunggu sampai besok pagi”

Baiklah, berarti operasi dimajukan dan aku sangat paham sekali. Persalinan normal rasanya memang sudah tidak bisa di paksakan, walau pembukaan sudah maju, tapi kepala janinku tidak turun-turun, banyak resiko yang mungkin akan didapat jika tetap dipaksakan untuk tetap bersalin normal dengan kondisi jalan lahir yang agak sempit ini.

Persiapan operasi segera dilakukan oleh para bidan dan perawat. Tinggal menunggu 2 jam lagi, jam di dinding menunjukan pukul 20.00 saat itu. Kalau caesar yang terjadwal, maka pasien harus puasa tidak boleh makan dan minum 6 jam sebelumnya, tapi karena aku cito (mendadak) dan makan terakhirku di jam 18.00, berarti aku hanya puasa 4 jam saja. hmm.. tapi katanya tidak masalah kok. Sambil tetap merasakan dan menikmati kontraksi yang sudah 2 menit sekali ini, aku jalani segala macam persiapan sebelum masuk ke kamar operasi. mulai dari ganti baju, pasang infus, suntik obat (katanya biar ga muntah karena aku ga puasa), test skin alergi dll.

Collage 2013-03-13 20_20_56

IMG_20130313_225133(1)

Persiapan sudah selesai, form2 persetujuan tindakan juga sudah dilengkapi. Tinggal menunggu waktunya saja.

Pukul 21.50 masuk kamar operasi. Bismillah! dalam hati aku persiapkan diri dan mentalku dengan terus berdoa. Aku memang belum pernah di operasi tapi aku cukup familiar dengan suasana kamar operasi dan ceasar itu sendiri. Aku pernah men-shoot temanku waktu lahiran dengan caesar.

Ruangan berwarna hijau yang cukup dingin menyambutku saat masuk ke dalam. Hal pertama yang dilakukan adalah pindah ke tempat tidur yang sudah disiapkan khusus untuk tindakan. Dibantu beberapa perawat tapi aku masih bisa membawa diriku sendiri untuk bergerak berpindah tempat. Segera saja aku diserbu beberapa alat (entahlah apa saja itu namanya) di kanan-kiri tanganku. Lucunya setiap kontraksi datang aku selalu meminta agar mereka berhenti sejenak, dengan mengucap sambil tersengal2 : “duh! duh! bentar mba! aku kontraksi.. tunggu sampe reda yaa”. Kedua tanganku, di bagian atas dada sudah terpasang beberapa alat, saat itu masih belum di bius. Bius dilakukan oleh Dokter Spesialis Anestesi, dr.Priambodo,SpAn. Aku diminta untuk duduk, lalu sang dokter memberikan arahan, aku membelakangi beliau tapi aku mendengar suara saat memberi arahan sangat menenangkan. Aku merasa tulang punggung bawah di raba, mungkin untuk di cari titiknya. “yak, akan terasa dingin ya disini” dokter memberikan infomasi dan benar sedetik kemudian aku merasa dingin. “tarik nafas ya, jangan bergerak, tahan tahan” DEGGG!!! sepanjang kaki kanan refleks seperti tersetrum. Aku tetap berusaha ga gerak sedikitpun, erat-erat sekali memeluk bantal yang diberikan perawat. Sepertinya yang tadi itu adalah suntikan. Aku tidak dibius total, hanya sebagian saja. Rasanya memang kurang nyaman, tapi saat obat mulai dimasukkan rasa ga nyaman sedikit berkurang. Makin lama aku tidak merasakan perut mules dan sakit lagi. Dag-dig-dug sekali, takut kalau udah di bius tapi ga kebal.hahaha “coba naikkan kaki kanannya” aku naikkan kaki kanan. “coba naikkan lagi kakinya, udah terasa berat belum?” “belum dok, ini saya masih bisa gerakin jempol, jangan disayat dulu ya dok” aku sedikit ketakutan. hahahaha “coba sekarang angkat lagi kakinya” aku coba angkat kaki kananku, tapi beratttttt sekali. “coba angkat kaki kiri” aku coba angkat kaki kiri, sama saja tidak bisa keangkat. “berasa kaya kesemutan ya kakinya?” tanya dokter. “iya dok” aku menjawab dengan gugup. wahh rasanya semakin takut. Aku sempat lihat dr.Pri memberikan kode ke dr.Satrio yang aku arti sebagai tanda -pasiennya udah siap di buka nih-. “Kita mulai ya fa, bismillahirahmanirrahim” aku dengar suara dr.Satrio dan aku mengikuti mengucap basmalah. Aku merasa seperti ada yang sedang menggambar garis lurus menggunakan pinsil tumpul di perut bawahku, tidak sakit! tapi memang terasa. Mungkim saat itu dokter sedang membuka perut, yang aku tau panjangnya sekitar 10cm saja. Makin lama aku merasa agak pusing dan mual, aku coba untuk tetap tenang menatap lampu kamar operasi. Menunggu..menunggu..hmm.. sebentar lagi aku akan bertemu anakku. Tiba-tiba suasana menjadi agak “ramai”. Perutku terasa didorong-dorong ke arah bawah. Lagi-lagi, tidak sakit! tapi terasa kurang nyaman. Rasanya kaya ada yang mengaduk-aduk isi perutku.hehehe *lebay* Lalu terdengar suara tangisan bayi.ahhhhhhhhh itu Elang!!! Anakku lahir!!!” :’) pengen cepet2 lihat dan gendong. Tapi pasti Elang dikasih ke dokter anak dulu, diperiksa, dibersihkan dan diselimuti. Aku mengucap hamdalah, aku jadi IBU sekarang!!!
“mba ifa mau IMD ga?” kata perawat. IMD itu inisiasi menyusui dini, bayi baru lahir ditaro diatas perut ibu, lalu bayi mencari puting dan mulai menghisap pertama kalinya. Susu ibu yang keluar diawal berwarna kuning, itu kolostrum! bagus banget buat bayi loh. Kalau lagir caesar, IMD bisa dilakukan dengan melihat kondisi ibu dan bayi.
Suara tangisan bayi semakin keras ku dengar, Elang datang menghampiri. Perawat membantu meletakkan bayiku di atas dada, di dekatkan ke puting. Seketika tangisan Elang berhenti. Subhanallah, aku terharu bangettt!! Elang diam sambil mulutnya mencoba menghisap putingku. Hangat rasanya bisa bersentuhan kulit dengan anakku. Belum lama aku menikmati melihat anakku,tiba2 rasa mual menyerang. Ga ada daya untuk menahannya. “mba2 aku mau muntahh, ga tahan banget mba” dan benar saja aku muntah lalu setelah itu aku seperti tertidur. Aku ga tau apa yang terjadi. Mungkin dokter menyelesaikan jaitannya menutup perutku. Elang juga pasti sudah dibawa keluar, ke tempat yang lebih hangat, untuk bertemu Ayah dan Nenek yang menunggu di luar dan pastinya Ayah akan mengadzaninya.
Collage 2013-03-13 22_44_56
Saat aku membuka mata, operasi sudah selesai. Aku sedang disiapkan untuk di pindahkan. Rasanya dingiiinnn banget! sampe badanku menggigil kedinginan. Tapi itu ga berlangsung lama, saat di ruang pemulihan, selimut tebal dan hangat menyambutku. Hmmm.. hangat sekali, habis itu aku ga kuat lagi, mata beraattt!! dan akupun tertidur. Mungkin pengaruh obat.

Aku bangun saat menanyakan jam, sudah jam 23.30 sekitar 1 jam aku tertidur. Aku dipindahkan ke ruang perawatan. Bagaimana rasanya pasca operasi?? hmmmm.. sulit dideskripsikan. Aku belum bisa menggendong Elang, bahkan aku diminta untuk tetap tidur dengan kepala tidak boleh lebih tinggi dari badan selama 12 jam!

IMG_20130313_225341

 

Jumat, 22 Februari 2013 jam 09.00 malaikat kecilku datang! Elang diantar perawat ke tempat ibunya. waaahhh bahagia bangettt bisa liat elang lagi! Aku belum bisa bangun. Bahkan miring kanan kiri pun rasanya sakit. Tapi keinginan kuat untuk bisa menyentuh dan menggendongnya, membuatku sedikit demi sedikit menaikkan tempat tidur ke posisi duduk. Kateter yang ada di bawah bikin ga nyaman, pengen di lepas aja rasanya. Tapi karena belum bisa jalan, ga boleh di lepas, nanti repot kalo mau pipis. Oya kateter baru boleh dilepas setelah 24jam! alamakk!!

IMG_20130313_224909

Aku minta kalau boleh kateter dilepas lebih cepat, supaya aku bisa belajar untuk berdiri dan jalan. Alhamdulillah sore sudah boleh dilepas. Dan aku semangat untuk bisa berlatih angkat kaki, miring kanan-kiri, duduk, nurunin kaki dari tempat tidur, berdiri, jalan 1 langkah, jalan 3 langkah, jalan ke toilet dan Yeyyy!! akhirnya hari itu juga aku sudah bisa mobile bergerak kesana kemari, walau belum maksimal sih. Lelet gitu gerakannya. Sakit bo! rasanya perut perih benerrr!
Aku minta Elang rawat gabung denganku, jadi seharian Elsng bersamaku, paling kalau mandi aja dia turun ke kamar bayi.

Mulai belajar menyusui, alhamdulillah ASI ku deras sekali. tinggal belajar pelekatannya aja nih, kemonnn Elang susu bunda banyak!! Serbuuuu!!!

Selama perawatan di RS banyak hal baru yang aku rasa kan. Banyak belajar, belajar dan belajar Bahagiaaaaaaaaaa bangettt!!!

Hari ketiga aku sudah boleh pulang. Elang sehat! Ibu juga sehat! Alhamdulillahhhhhhh…

Elang Faeyza Zaheer Wijaya
Lahir : Kamis, 21 Februari 2013, Pukul 22:06
Berat Lahir : 3,1kg
Panjang : 49 cm
di Rumah Sakit Asri – Jl. Duren Tiga No.20
Dokter Kandungan : dr. Satrio Dwi Prasodjo,SpOG
Dokter Anak : dr. Ina Zarlina, SpA

0

Menanti, Memasrahkan, Sebuah Mukjijat dan MELAHIRKAN! Part 1

Melanjutkan cerita “Perjuangan pun di mulai!” sebelumnya, nyatanya sebuah perjuangan tidak semudah membalik telapak tangan. Tanggal 12-13 febuari aku menghabiskan waktu di RS, menunggu dan mengharap pembukaan persalinanku yang sudah diangka 2 bertambah. Proses melahirkan memang sangat unik! tidak pernah ada yg bisa memprediksi. Perkiraan orang-orang yang ada disekitarku, kalau kelahiran anakku tinggal menghitung jam saja,nyatanya sampai hari Rabu (13-02-13) pembukaanku tetap di angka 2. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah saja, karena merasa kondisi psikis yang down jika harus menunggu atau menginap lagi di RS.

Yap! keputusanku sangat tepat. Rumah adalah tempat terbaik untuk memulihkan kondisi psikis yang sedang menurun. hmmm kenapa aku bilang psikisku down? jujur, saat aku tau bahwa aku sudah pembukaan 2, pikiranku yang tadinya amat sangat tenang berubah menjadi pengharapan yang berlebihan agar persalinan segera terjadi. Rasanya ingin cepat-cepat pembukaan bertambah-bertambah dan bertambah, sehingga aku bisa segera bertemu Elang. Sayangnya, harapanku itu tidak beriringan dengan kemajuan pembukaan atau penipisan portio. Selama observasi 2 hari 1 malam di RS, sekitar 7 kali  di periksa dalam atau VT (Vaginal Touch), untungnya setiap di VT aku merasa cukup nyaman2 saja. Cerita para bidan, beberapa ibu hamil adanya kurang suka kalau di VT, merasa kurang nyaman atau sakit. Oya VT itu memasukkan tangan ke dalam jalan lahir ibu untuk memantau perkembangan proses persalinan. Dan selama 7 kali VT dalam 6-8 jam sekali, jawaban yang ku dapat tetap sama : Pembukaan 2 longgar, Portio tebal lunak, Sedikit retro. Saat itu, dr. Satrio sempat memeriksa langsung, beliau berkata ada kemungkinan aku di caesar. Hahhh??!! kok bisaa??? Banyak pertanyaan dalam pikiranku, kayanya aku baik-baik saja, keinginanku untuk lahir normal juga cukup kuat, harusnya bisa, kenapa di bilang kemungkinan akan di caesar?? sebelum otak dalam pikiranku ini terbelit-belit dengan pertanyaanku sendiri, dokter segera menjelaskan bahwa “tulang simfisis atas agak nge-PAS. kalau ngepas, kepala bayi kemungkinan tidak bisa lewat atau mentok. tapi kita tetap coba normal deh ya” Sabar..sabar..sabaaarrrr.. begitulah hati kecilku menguatkan! Harapanku begitu besar sekali, menanti-nanti agar persalinan itu segera terjadi. Dan aku sangat menginginkan bisa melahirkan secara normal.

MENANTI, menghabiskan waktu di rumah dengan tetap melakukan kegiatan seperti biasanya. Jalan kaki setiap pagi dan sore, senam hamil, jongkok berdiri setiap habis solat (katanya bisa mempercepat persalinan) dan tetap memperhatikan gerakan janin serta kontraksi.

Collage 2013-03-13 22_21_34

Janin tetap aktif dan kontraksi tetap ada 7 menit sekali tapi tidak kuat hanya berlangsung 25-40 detik sekali kontraksi dan aku sama sekali tidak merasakan mulas atau sakit jika kontraksi seperti ibu-ibu hamil pada umumnya. Ibuku bilang “kalau masih gagah, cengar-cengir kaya gini si emang belum waktunya melahirkan. Kalau udah cemberut dan ga bisa di ajak ngomong, baru mau lahir beneran” -,- ada benernya juga si.

IMG_20130313_202539

“Elang sayaaang, kamu mau keluar kapan nak? Bunda, Ayah dan semua keluarga sudah menanti dan siap menyambut Elang kalau mau keluar kapanpun” aku mencoba mengajak bicara janinku, ahh ku pikir apa mungkin Elang mau keluar di tanggal 18 Febuari, sama seperti tanggal lahirku.hehehe tapi sampai tanggal itu tiba, Jagoan kecil tak kunjung muncul, sudah hampir seminggu aku masih saja di pembukaan dua, semakin cemas dan bingung, ada apa? kenapa selama ini ga maju-maju ya? Ayah mengalihkan beban pikiranku dengan memberi surprise merayakan kecil-kecilan ulang tahunku yang ke 23.hehehe masih sempet-sempetnya ya..tp memang harusnya menanti pembukaan itu jangan dijadikan beban pikiran, karena pembukaan justru malah ga nambah-nambah.huehehe pengalaman!

IMG_20130218_191529

“Selamat Ulang Tahun” hihihihi seru juga kalau Elang lahir saat itu, Ibu dan anak punya tanggal lahir yang sama. Tapi semua Allah yang punya kuasa, belum waktunya.. begitulah hati kecilku menyabarkan.

Selasa, 19 febuari 2013. Hari ini tepat seminggu sudah aku menanti. Aku kontrol ke dr.satrio, sesuai jadwal kontrol seperti biasa. Usia kehamilanku memasuki 39 minggu. Aku di CTG dan di VT kembali dan ajaiiibbbbb!!! kontraksi menghilang! Tidak ada kontraksi sama sekali. hasil VT tetap sama seperti seminggu yang lalu. Dokter memeriksa janinku, beratnya sudah 3,3kg sekarang. Aku, Ayah dan dokter berdiskusi, bagaimana selanjutnya? Dokter menjelaskan “sebenarnya ini seperti kode -mungkin kode disini maksudnya kode dari janin yang tidak turun ke panggul karena tulang panggul yang agak sempit- tanda persalinan bukannya semakin maju dan kuat, malah mundur. Kalau mau tetap coba normal, ga apa-apa kita tunggu sampai usia 40 minggu. Tapi saya tidak rekomendasi untuk di induksi ya, karena cuma sakit doang” Kurang lebih dokter menjelaskan seperti itu.

Hmmm memang sih,aku cari beberapa referensi di internet, luas tulang panggul menjadi salah satu syarat untuk lahir normal. Tapi ibu hamil yang memiliki panggul sempit tidak selalu akan lahir dengan caesar, karena masih ada kemungkinan. Misalnya berat janin yang tidak terlalu besar, walau tulang panggulnya sempit mungkin masih bisa kepala janin melewatinya. Tapi untuk kondisi ku saat ini, aku nemasrahkan saja, walau aku punya keinginan yang sangat kuat ingin lahir normal, tapi di lihat dari indikasi medis yang tidak memungkinkan, rasanya aku harus merubah pikiran dan mental. “dok, berapa persen keberhasilannya kalau saya tetap mau lahir normal?” aku bertanya kembali untuk menguatkan keputusan yang akan kami ambil. “kira-kira 25 persen”. Baiklah, saat itu juga kami tau keputusan apa yang harus kami ambil.

Rencana untuk operasi caesar pada hari Jumat, 22 Februari 2013 pukul 07.30. Sudah registrasi untuk di jadwalkan dan di koordinasikan ke bagian-bagian terkait di RS. Dan mulai check in hari Kamis malam agar bisa dilakukan persiapan operasi seperti cek lab dll.

Aku punya waktu 2 hari (rabu dan kamis) untuk menyiapkan diri dan mental. Jujur aku takut mau di operasi, karena ini adalah yang pertama kalinya. Walau banyak testimoni bilang bahwa lahir caesar itu ga sakit, tapi tetep aja, takut!

Hari Rabu dilewati dengan biasa saja. Tidak ada kontraksi dan mules yang berarti. Mencoba untuk tetap rileks dan tenang menghadapi tindakan hari Jumat nanti, banyak-banyak berdoa agar diberikan kelancaran dan kemudahan.

Kamis, 21 Febuari 2013. SEBUAH KEAJAIBAN! sehabis solat subuh, tiba-tiba aku merasakan kontraksi yang sangat kuat sekali. Sangat sakit dan mulessss! Aku belum pernah merasakan sesakit itu. Lalu keluar lendir darah segar. Wah! ini seperti tanda-tanda persalinan! tapi aku tidak terburu-buru untuk segera meluncur ke RS. Aku takut ini hanya tanda persalinan palsu.hehe Aku tetap menghitung kontraksi dan gerakan janin. Pagi itu kontraksi 20 menit sekali. Menjelang pukul 10.00 kontraksi meningkat 7 menit sekali selama 40-60 detik tiap kontraksinya. Dan saat pukul 12.00 kontraksi menjadi 5 menit sekali. Rasanya sakit dan mules, udah ga bisa senyum, cengar-cengir, pucat dan agak malas kalau di ajak ngomong. “Kalau mama liat ini udah keliatan mau lahiran, ga kaya kemarin” kata ibuku. Apa mungkin Elang masih ingin berjuang untuk lahir normal sebelum aku benar-benar akan di caesar besok pagi?? Baiklah nak, mari kita sama-sama berjuang jika ini pertanda aku akan melahirkan dengan cara normal.

Bergegas berangkat ke RS. dalam perjalanan aku perhatikan kontraksi semakin kuat, 5 menit sekali dengan durasi 60 detik. Anakku semangat ingin lahir normal, aku harus ikut mendukung dan membantunya! seperti itu aku menyemangati diriku sendiri ketika kontraksi datang.

Pukul 15.00 aku sampai di RS.

IMG_20130313_202859

Aku di CTG terlebih dahulu, kontraksi sudah 3 menit sekali dan teratur, pembukaan 4. tapi kata bidannya itu baru setengahnya saja, belum kontraksi orang mau dekat lahiran. what??!! sesakit dan semules ini baru setengahnya? ya robbi, beginikah perjuangan menjadi ibu??  Tiba-tiba aku menjadi sedih sekali dan semakin sayang melihat mama. Mama, Ibu dan Suamiku yang ada disamping, tak henti mulutnya berdzikir dan berdoa untukku. Aku harus menunggu 4 jam kemudian untuk di observasi kembali. Waktu kok rasanya lambaaaaatttt sekali, kontraksi semakin lama semakin kuat. Sampai untuk bernafas saja aku kepayahan. Takbir, Doa, Dzikir, Ayat Kursi, serta tarik-hembus napas yang diajarkan di senam hamil aku terapkan, tapi memang luar biasaaa rasanya. Menjelang magrib badanku menggigil, sesak napas dan agak pusing, mungkin ini efek dari menahan sakit saat kontraksi. Aku perhatikan jam dinding di sebelahku, kontraksinya sudah 2 menit sekali.

IMG_20130313_201322

Menunggu jam ke angka 8. dr.Satrio pun datang dan langsung periksa dalam. Aku tidak tanya lagi apakah pembukaanku naik atau tidak, karena aku sudah pasrah saja dan menikmati rasa mules ini… “nikmattt bangeett” subhanallahhh..

(cont~)..

 

0

Perjuangan pun Dimulai!

Saat ini, aku sedang duduk di meja kerjaku, di depan komputer kesayanganku.. padahal waktu sudah menunjukan pukul 20:56

Ya.. malam ini aku disarankan untuk tetap tinggal di rumah sakit, karena tahap persalinan awal ku sudah dimulai

Cerita ini berawal di waktu pagi, Selasa 12 Februari 2013

Hari ini tepat usia kehamilanku 38 minggu, jadwalnya aku kontrol ke dr.satrio. Minggu lalu dr.satrio berpesan agar aku melakukan CTG terlebih dulu sebelum periksa ke Poli Obsgyn. Maka saat aku tiba di kantor, segera saja aku menuju Ruang Bersalin (VK) untuk bertemu dengan Bidan yang bertugas saat itu dan minta untuk di CTG.

Hari senin siang sebelumnya, aku juga mampir ke VK, aku melapor diri bahwa pada hari jumat aku mendapati diriku nge-flek coklat. Memang agak telat laporannya, harusnya saat hari jumat itu juga, aku segera meluncur ke VK untuk memeriksakan diri.  Senin siang, aku di CTG. hasilnya janin reaktif tetapi belum ada kontraksi apa-apa, sehingga aku tidak di “periksa dalam”. Kata Mba Misbah, Bidan yang sedang bertugas saat itu. Pemeriksaan dalam itu rasanya sedikit tidak nyaman, maka sebaiknya kalau tidak kontraksi tidak perlu di lakukan, dia kasihan sama aku katanya.hehehehe

Lanjut ke cerita hari ini!

Jam 9 kurang aku mulai di CTG, kali ini di temani oleh suamiku.

2013-02-12 08.53.35

Lucu sekali liat ekspresinya, dia surprise banget denger suara detak jantung dengan volume suara yang cukup besar sampai terdengar ke luar ruangan. Suara CTG memang berbunyi detak jantung janin, alat ini untuk melihat kesejahteraan bayi didalam perut. Yang aku rasakan sih, kalau bayi bergerak suara detak jantung itu terdengar lebih kencang dan lebih cepat. CTG memerlukan waktu 30 menit, lalu di liat grafik yang seperti gunung-gunung.  Hasilnya bagus, janin reaktif, belum ada kontraksi, tetapi kalau berdiri perut kontraksi. Ya! memang, aku lebih sering merasakan perutku kencang dan keras jika berdiri atau duduk. Dr. Satrio muncul di Ruang VK, memegang perutku, lalu berkata “kalau berdiri kerasa juga ya, coba sekalian di periksa dalam”

Akhirnya aku dipersiapkan untuk periksa dalam juga. Aku diminta membuka celana lalu dengan posisi kaki mengangkang, Bidan memasukkan 2 jarinya kedalam vaginaku. Ouch! dalam hatiku, begini ya rasanya di periksa dalam atau yang biasa di sebut VT. Cukup dalam kedua jari mba misbah masuk, memang sedikit kurang nyaman, tp aku mencoba untuk menahan dengan menarik nafas dan merilekskan diri. Sudah pembukaan 1 cm longgar retro. Wakksss! apa artinya itu? Ternyata aku sudah pembukaan 1, retro berarti masih ke arah belakang serviks, hmmm rasanya aku tidak terlalu paham. Tapi intinya, aku sudah pembukaan satu dan proses menuju ke pembukaan dua itu biasanya berlangsung lama. Ada yang 1 hari, 2 hari, bahkan seminggu. Tapi tidak jarang juga dalam hitungan jam. Oke! setelah di beritahu, rasanya seneng banget! Ga menyangka ternyata sudah pembukaan satu. Berarti tinggal hitungan hari saja.

Aku sempat berpikir, kok sudah pembukaan satu tapi aku tidak pernah  merasakan mulas atau kontraksi yang menyakitkan seperti cerita orang-orang? ahhh.. bukannya itu bagus? berarti aku diberi kelancaran oleh Allah SWT dengan tidak mengalami hal-hal yang menyakitkan, mungkin juga Elang yang sangat berperan menjaga agar Bunda tidak kesakitan. Ya Allah terima kasih, semoga tetap dilancarkan dan dimudahkan sampai nanti aku benar2 sudah melahirkan. Amin

Setelah selesai di observasi di VK, aku turun ke Poli Obsgyn untuk bertemu dengan dr.Satrio. Dr.Satrio menjelaskan lagi bahwa kalau sudah pembukaan 4 baru siap-siap masuk ruangan VK. Lalu aku diperiksa dengan alat USG sepeti biasa. Minggu ini Elang beratnya 3,2 kg. wahh sudah naik 300gr dari minggu sebelumnya. Aku bilang kalau aku mulai cuti minggu depan, lalu dokter menyarankan agar aku tidak perlu bekerja lagi, jadi tadi dikasih surat sakit untuk istirahat 3 hari deh.

Selesai kontrol, perasaan campur aduk dan senang. Berita bahagia aku sudah pembukaan satu, Ayah juga rasanya sangat senang, buktinya dia sibuk sekali mengabari orang-orang kalau aku sudah bukaan satu dan kelahiran Elang tinggal beberapa hari lagi.

Aku melanjutkan bekerja seperti biasa. Tidak ada keluhan yang berarti, aku masih ceria, senyam senyum, tertawa, ngobrol seperti biasanya. Memang kadang sedikit perut keras dan kencang tapi tidak kuat dan menyakitkan, aku masih bisa menahannya dan menikmatinya. Tulang vagina ku memang sedikit agak ngilu, tapi yaa it’s oke lah, namanya juga sudah bukaan satu, mungkin wajar jika ada rasa ngilu-ngilu seperti itu.

Waktu menunjukan pukul 17.30, aku lupa belum sholat ashar, karena keasyikan membuat risalah rapat tadi pagi. Aku bergegas menuju musolah, tapi sebelumnya aku mampir ke toilet. Saat aku selesai buang air kecil, aku mendapati tissu yang aku gunakan bernoda lendir dan darah segar! Panik sekali! karena aku belum pernah keluar darah sebanyak itu sebelum-sebelumnya

2013-02-12 17.36.14

Aku langsung bergegas kembali ke Ruang VK untuk memberitahukan kepada bidan. Saat itu yang sedang berjaga adalah Bu Sulis. Bu Sulis minta aku gant baju bersalin dan memberitahukan bahwa aku akan lahiran subuh nanti. GUBRAAAKKKK!!!! rasanya kaya disambar petir. Gimana bisa lahiran subuh, kan baru tadi pagi pembukaan satu. Akhirnya hanya bisa menebak-nebak dulu, karena harus di cek lagi dengan CTG dan VT, apakah sudah ada kenaikan pembukaan.

Jam 18.00 aku di CTG lagi, senangnya aku ditemani teman-teman yang sudah seperti kakak2ku sendiri. Hasil CTG ada kontraksi yang kuat, tapi hanya satu kali, selebihnya normal. Lalu aku di VT kembali, saat akan mulai di VT tiba-tiba perutku mulas sekali, dan kencang seperti papan meja. Hufffftttt diraba lagi lah seperti yang dilakukan di pagi hari. Ternyata aku sudah pembukaan dua.

Pembukaan dua longgar, portio tebal lunak. Dan aku diminta untuk tetap stay di RS, karena kalau pulang jarak yang harus ku tempu juga cukup jauh. Bu Sulis langsung melapor ke dr.Satrio via telepon, katanya ngga apa-apa, dan aku harus di observasi lagi 6 jam kedepan sekitar jam 1 malam.

Baiklah, sampai aku menulis di blog ini, aku masih berada di Rumah Sakit, masih bisa tersenyum, belum merasakan sakit yang berarti. Semoga akan terus seperti ini ya Allah, Elang ayoo kita sama-sama berjuang ya.. Bunda sayang Elang, Bunda senang sekali Elang ingin cepat-cepat bertemu Bunda.

Bismillah, beberapa jam ke depan segalanya bisa terjadi, aku tidak pernah tau seperti apa yang akan terjadi, tapi insya allah aku sudah pasrahkan semua kepada Allah, lillahitaala…

Bismillahirahmanirrahim..

Aku dan Elang pasti bisa melewati semua ini!

 

Ruang Marketing, Selasa 12 Februari 2013

21:35 WIB

 

0

Mencicipi Si Air Gula yang Aneh!

Dapat surat pengantar untuk cek laboratorium dari dr. Ika,SpOG, akhirnya baru sempat dilakuin hari Jumat ini. Karena harus persiapan puasa sebelumnya minimal 10 jam. Hari-hari kemarin kebablasan sarapan terus jadi belum sempat deh.hehehe

Oya mungkin aku termasuk agak terlewat ya waktunya, soalnya kata dr.Ika,SpOG cek laboratorium itu harusnya udah dilakuin di trimester kedua. Yah, lebih baik telat daripada ngga sama sekali kan? :D

Mampir lewat UGD dulu, soalnya vitamin dan kalsium udah abis stok jadi harus minta resepnya lagi. Di UGD ada dr.Apito, lalu ada dokter baru yg cantik- hmm..namanya dr.Eva, mba Ing dan mba Wahyu. Sambil berbincang-bincang sejenak dengan mereka, ternyata aku baru tahu kalau pemeriksaan lab yang ada di surat pengantarku ada yang namanya TTGO. Aku lihat sebelumnya hanya diminta untuk cek darah, urin, glukosa puasa dan HBSAg.

Apa itu TTGO? Tes Toleransi Glukosa Oral, wah! ini orang-orang yang ada dihadapanku bilang, nanti aku di kasih air gula yang rasanya………. aku punya feeling ngga enak, karena mereka semua senyam-senyum aneh sendiri.

Meninggalkan UGD menuju tempat laboratorium, setelah mba-nya cek surat pengantarku, aku dikasih botol untuk tempat penampung urin. Untungnya saat itu emang lagi kebelet banget, jadi lancar-lancar aja tuh ngeluarinnya, bahkan melebihi jumlah yang diminta mba-nya.hahahahaha *info ngga penting*

Duduk manis di sofa, siap-siap diambil darah. Nah! untuk yang satu ini, aku jagoan! insya allah ngga takut sama yang namanya jarum suntik. Deg-degan sih ada, tapi harus dilawan tuh! Biasanya aku malah ngeliatin jelas-jelas saat jarum suntiknya menusuk tanganku, ngga perlu buang muka, atau tutup mata, suer deh! dengan melihat langsung, malah ngga terasa sakitnya. (ini tips buat orang-orang yang takut disuntik ya!)

“mba tunggu sini ya,aku buatin air gula-nya dulu”

waduh! ini nih air gula yang dimaksud. Lalu aku berkata “mba,aku minum teh manis aja ya,nanti gulanya aku banyakin deh ya..”

“ndak bisa mba, harus air gula dari sini, abis itu puasa lagi jangan makan apa-apa sampe 2 jam, trus diambil lagi darahnya” kata mba-nya menjelaskan

“yaaaaahhh.. tapi aku laper,aku makan dulu boleh ga? abis itu aku puasa 2 jam, bisa yaaaa??? :D”

“ndak boleehhhh! tunggu dulu disini ya, aku ambil air-nya dulu”

Tidak sampai 5 menit menunggu, Si Air Gula pun datang dan langsung di sodorkan kepadaku.

Aku bertanya kepada si mba, ini pakai gula apa? gula pasir? Ternyata air gula yang dimaksud adalah Glukosa 75 gram yang dilarutkan dalam 250ml air.

“harus habis ya mba ifa” kata si mba sambil cengar cengir. “jangan sampe muntah” tambahnya lagi sambil berlalu masuk ke dalam ruangan meninggalkanku.

Salah strategi!!! aku malah mencium aromanya dulu. Hueeekkkk!!!! harusnya tutup hidung dan langsung minum. huuuffttt… terlanjur kecium airnya seperti bau apek. Mau tidak mau aku menenggaknya, belum ada 1/4 rasa tidak nyaman menyerang leherku. Manis banget banget banget.

“Minuman apa inih! aku ngga pernah ngerasain minuman aneh kaya gini seumur-umur” umpatku dalam hati.

Okelah, demi Elang, demi apapun juga yang menyemangatkanku, aku habiskan satu gelas penuh Si Air Gula yang aneh itu. Setelahnya, aku berjalan meninggalkan laboratorium untuk kembali menuju ruang kerja ku.

Waktu berlalu, rasa ngga nyaman semakin lama semakin terasa. Mual, Pusing, Eneg, Celeng, semua bergelayut mengelilingiku. Mencoba untuk tidak merasakannya, tapi ngga bisa bohong kerasa banget semaputnya. Enaknya langsung di bawa tiduran nih, tapi kondisi tidak memungkinkan. Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Aku mengalihkannya dengan tetap menyelesaikan pekerjaan yang ada dihadapanku, hahahahaha tidak sampai 2 menit aku menyerah! aku memang butuh merebahkan badanku, sudah tidak kuat rasanya.. mual yang teramat sangat!

Aku menggelar selembar sajadah sebagai alas dan sebuah bantal kecil milik Udul, untukku merebahkan badan. Tapi ternyata, belum sempat badan ini menyentuh alas tersebut, tiba-tiba…. ada dorongan dari dalam perut yang memaksakan diri untuk mengeluarkan isi yang ada didalamnya. HUUEEEKKKkkk!!!!!!!! aku tak sempat berlari ke kamar mandi. Aku pasrah saja memuntahkan cairan putih bening yang cukup banyak di lantai sebelah mejaku :(

Haahhhh..aku segera minta tolong bantuan Cleaning Service untuk membersihkannya, untungnya saat itu ruangan kerja sedang sepi. Lalu aku juga bergegas membersihkan diri. Setelah beres semua, aku telepon bagian laboratorium. “mba, aku muntah. keluar semua air gulanya” kataku. “Berarti harus minum lagi, ayo kesini.. masih kuat ngga?” kata mba-nya. “Ngga mauuuu” aku menjawab. “wah harus minum lagi. atau diulang aja ya hari senin. puasa dulu 10 jam, trus minum lagi”

oh maaaayyyyy!!!!! x_X

Gagal sudah dan harus diulang. Berarti harus minum Si Air Gula yang aneh itu lagi. Hmmm..harus cari strategi nih, biar ngga muntah. Kata temanku, Dokdul, untuk selanjutnya minta dilarutkan dengan air sedikit aja, ngga usah sampai satu gelas. Mungkin memang lebih pekat saat diminum, tapi setidaknya mengurangi resiko muntah.

Suka tidak suka, aku memang harus menjalani itu lagi. HARUS! aku sudah janji dengan dr.Ika,SpOG bahwa dalam waktu 2 minggu harus sudah ada hasil lab yang beliau minta. TTGO itu wajib sepertinya untuk ibu hamil, karena TTGO itu dapat diindikasikan untuk diabetes pada kehamilan (diabetes gestasional). Banyak di antara ibu-ibu yang sebelum hamil tidak menunjukkan gejala, tetapi menderita gangguan metabolisme glukosa pada waktu hamil. Nah! penting untuk menyelidiki dengan teliti metabolisme glukosa pada waktu hamil yang menunjukkan glukosuria berulangkali, dan juga pada wanita hamil dengan riwayat keluarga diabetes, riwayat meninggalnya janin pada kehamilan, atau riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir > 4 kg. Skrining diabetes hamil sebaiknya dilakukan pada umur kehamilan antara 26-32 minggu. Kalau untuk ibu hamil dengan risiko tinggi dianjurkan untuk dilakukan skrining lebih awal.

Sekian dulu sharing tentang Si Air Gula yang aneh itu.. Semoga saat disodorkan air itu lagi, kejadian seperti sebelumnya tidak terulang. Males juga kalau harus diulang sampai tiga kali, empat kali, lima kali?? ahh tidak tidakk…. :(

0

Bayi Kecilku sudah 33 Minggu sekarang, Sebentar lagi!

Sudah lewat satu bulan sejak pertemuan terakhir dengan bayi kecilku, Elang, saat dia berumur 28 minggu. Kangen dan rindu sekali ingin melihat perkembangannya sekarang. Harusnya aku dan suamiku sudah menjadwalkannya tepat saat usia kehamilanku 32 minggu, tetapi karena satu dan lain hal, jadi harus diundur diminggu berikutnya.

8 Januari 2013, menurut hitungan yang ada, saat ini usia kehamilanku memasuki 33 minggu, sudah 8 bulan lebih satu minggu. Tidak terasa waktu cepat berlalu. Tinggal menunggu satu bulan ke depan, menyambut kehadiran Bayi Kecilku, Elang. Itu berarti, tidak lama lagi aku akan pensiun dari sebutanku saat ini “Ibu Hamil”.

Pokoknya menjadi ibu hamil, merupakan pengalaman yang paling menakjubkan! Banyak sekali suka dan dukanya, apalagi sudah 33 minggu aku menjalaninya, kalau diceritakan, mungkin kapasitas memori di blog ini tidak akan cukup..hehehehe lebay!

Hari ini, aku kontrol dengan dr.Ika Sri Purnamaningsih,SpOG. Dokter cantik yang dulu memeriksa kandunganku saat berumur 4 dan 8 minggu. Senang sekali bisa bertemu dengan beliau lagi. Waktu menginjak usia 3 bulan, dr.Ika,SpOG cuti melahirkan, sehingga aku melanjutkan kontrol dengan dr.Satrio,SpOG. Saat masuk ruangan, senyum ramah nan anggun mengembang diwajah si dokter cantik ini.

“Hay dokter, kita ketemu lagi”

“Hallo apa kabar? terakhir ketemu bulan apa yaa… hmmm.. juli ya”

“iya dok, sekarang ketemu lagi perutnya sudah besar.hehehehehe”

Kurang lebih seperti itu perbincangan awalku dengan beliau, sempat berbagi cerita tentang proses persalinannya. Aku selalu antusias kalau mendengarkan cerita orang melahirkan, rasanya itu suatu hal yang sangat ajaib, luar biasa dan menakjubkan! Mendengarkan cerita orang-orang yang sudah lebih dulu berpengalaman saat hamil dan melahirkan, buatku menjadi buku alami yang bisa aku pelajari dan aku serap ilmu-ilmunya. Jadi, untuk ibu-ibu muda yang lagi hamil jangan pernah sungkan untuk bertanya dan mencari tahu segala apapun bentuk informasi tentang kehamilan dan yang terkait, supaya kita punya bekal dan jadi lebih paham dengan apa yang sedang dijalani.

dr.Ika,SpOG menjelaskan secara detail kondisi dan perkembangan Elang saat ini, Alhamdulillah kepalanya normal, lalu diperlihatkan lambung, ginjal, jantungnya.

“Sudah tau belum laki-laki atau perempuannya” Tanya dr.Ika,SpOG

“Sudah dok, laki-laki.hehehehe”

“iya, ini testisnya sudah turun ke kantung skrotum”

“Alhamdulillah…”

Di kehamilan 33 minggu, berat badan bayi harusnya sudah 2kg atau 2000 gram. Saat ini berat badannya Elang mencapai 1900gram, Wah! kurang 100gram lagi, walau dokter bilang masih normal, tapi kayanya dapet PR nih buat naikin berat badan Elang. Aku langsung melirik ke Ayah, yang sedaritadi memperhatikan monitor USG. Ayah membalas menatapku dengan penuh arti. Padahal saat itu dalam hatiku berkata:  “Asiikkkk! bisa minta dibeliin es krim coklat sebanyak-banyak nih ke dia.heheheheehe”

Posisi kepala sudah dibawah, tapi masih ada kemungkinan untuk berubah posisinya. Nanti kalau sudah masuk usia 36 minggu, biasanya itu sudah fix menjadi posisi terakhir. Ya Allah semoga saat diminggu tersebut posisi Elang kepalanya sudah dibawah ya, supaya bisa lahir dengan normal.Aminnnn!

Kemudian aku juga tidak melewatkan waktu untuk berkonsultasi tentang pengalamanku beberapa hari sebelumnya saat perutku yang tiba-tiba merasakan “kontraksi”. Ya, dr.Ika,SpOG menjelaskan hal tersebut wajar, kehamilan yang sudah memasuki usia 32 minggu, biasanya akan mengalami yang namanya Kontraksi Palsu, tapi harus tetap berhati-hati dan banyak istrihat untuk menghindari kelahiran prematur.

Taksiran waktu persalinanku diperkirakan pada Bulan Februari. Kami menghitung waktu persalinan bersama-sama, jadi mulai tanggal 12 Februari, berarti saat usia kehamilanku 38 minggu, bayi sudah matang dan siap untuk dilahirkan, Hanya biasanya, kelahiran normal itu terjadi pada usia kehamilan 39-40 minggu. Hmmm… kalau dihitung-hitung, ada terselip tanggal lahirku..hihihihihihi langsung ku elus-elus perut dan berkata dalam hati “Elang, mau ga keluarnya tanggal 18 Februari” heheheheehehehe masih usaha aja yah, ngarep tanggal lahirnya sama…

dr.Ika,SpOG memberikan surat pengantar untuk cek laboratorium, yang seharusnya sudah dilakukan pada saat Trimester Kedua. Lalu memintaku untuk kontrol kandungan lebih rutin 2 minggu sekali, nanti kalau sudah masuk 9 bulan, kontrolnya jadi seminggu sekali..wahh seru nih! bisa ngitipin Elang terus didalem perut.hehehehe

Semoga Bayi Kecilku sehat selalu ya diperut Bunda, sampai bertemu 2 minggu lagi sayang..Salam kecup dan rindu dari Bunda dan Ayah :*

0

“Kalau Kontraksi Jangan Nangis, Bun”

Sepanjang melewati perjalanan, badan ini rasanya masih sehat dan cukup kuat untuk menghabiskan sisa-sisa waktu setelah beraktivitas seharian. Walau udara dingin sedikit menyergap seluruh tubuh menemaniku pulang ke rumah.

Sesampainya dirumah, perut ini sudah keroncongan minta di isi makanan. Langsung saja ku santap makanan yang ada dengan lahapnya.

Tapi belum habis butiran-butiran nasi yang ada di piring, tiba-tiba perutku terasa sangat sakit sekali!

Rasa sakit seperti itu sudah pernah aku rasakan, sekitar 2 hari sebelumnya. Saat itu seluruh permukaan perutku yang menonjol dan membulat ini terasa kencang dan keras sekali. Rasa tidak nyaman, mules, nyeri dan juga mual begitu terasa, tapi aku tidak ingin mengeluh apapun! Aku coba untuk menenangkan diri sambil memutar otak, ini sakit karena apa ya? Salah makan kah? Salah posisi tidur? Apa Elang baik-baik saja didalam? Bayi kecilku kenapa? Mungkin Ayah melihat ekspresi mukaku yang tidak biasa, akhirnya aku sampaikan apa yang sedang aku rasakan. Tapi aku juga berpesan agar tidak perlu panik, karena kebetulan aku sedang berada di rumah orangtuanya, aku hanya tidak ingin nanti membuat “kegaduhan” dan merepotkan orang-orang. Ayah segera memberiku air putih hangat dan menyuruhku untuk berbaring dan tidak berapa lama kemudian sakit di perutku pun mereda.

Setelah mengingat kejadian 2 hari yang lalu itu, aku merasa ini sama! bahkan terasa lebih nyeri, lebih mules, perut lebih kencang seperti tertarik-tarik dan keras sekali kalau dipegang, Bayi kecilku terus bergerak-gerak . Pertahananku pun luluh, tanpa disadari air mataku menetes dengan sendirinya. Aku mencoba menenangkan diri, tapi aku tidak bisa menutupi segala rasa yang saat itu sedang dirasakan! Aku jumpalitan kesana-kemari, membolakbalikan badanku mencari posisi yang paling nyaman agar bisa meredakan sedikit sakit yang aku rasa. Aku menangis! Aku menangis! Ayah mencoba untuk menenangkanku, tapi aku malah semakin menjadi-jadi nangisnya. Aku bingung sendiri, selemah itukah aku? Menahan rasa sakit seperti itu saja aku tidak mampu? Aku lihat ayah bergegas ke kamar mandi untuk mengambil air wudhu dan solat, setelahnya iya membacakan doa dan menggumamkan ayat-ayat alquran sambil mengusap-usap perutku yang masih keras dan kencang. Dan lagi-lagi aku hanya bisa menangis, menangis dan menangis :(

Sampai saat itu aku tidak tahu persis apa yang aku alami, apakah itu yang dinamakan kontraksi? usia kehamilanku sudah memasuki minggu ke 32, ya mungkin saja itu yang namanya kontraksi. Aku coba menghubungi dr.satrio untuk menanyakannya. Beliau menjawab memang itu yang dinamakan kontraksi lalu menyuruhku untuk minum duvadilan 1/2 tab dan istirahat.

Semakin lama, rasa “campur aduk” itupun mereda, Elang, Si Bayi kecilku, masih terus aktif bergerak dalam intensitas yang cukup sering. Aku sudah cukup kuat untuk bisa solat, lalu aku bergegas menuju kamar mandi dan menunaikan solat. Selepasnya, masih dengan posisi duduk diantara dua sujud, tiba-tiba Ayah berbicara :

“Bun,kalau kontraksi jangan nangis, kalau kontraksi itu jangan-nangis”

Aku sedikit kaget, karena baru saja selesai solat kenapa Ayah ujug-ujug bicara seperti itu. Aku hanya diam.

“Kalau kontraksi itu, bayinya lagi cari jalan keluar makanya perut kamu sakit. Kalau kamu nangis kasihan bayinya Bun. Nanti dia sedih karena ngerasa kamu ngga mau dia keluar.”

“Kok aku lagi cari jalan lahir untuk keluar Bunda malah nangis, apa Bunda ngga mau ketemu aku?” Kata ayah mencoba menggambarkan suara anak kecil yang berbicara seperti itu

JLeeeebbbb!!!! rasanya omongan Ayah terasa sangat menusuk sekali. Ayah benar, tidak seharusnya aku menangis, tidak seharusnya aku mengeluh-mengeluh sakit. Harusnya aku kuat! Harusnya aku malah senang, karena Elang sudah mulai mencoba mencari jalan lahirnya, berarti tidak lama lagi aku bisa bertemu Elang, aku bisa peluk dan gendong-gendong Elang. Aku hanya bisa diam. Tapi dalam hatiku, aku menyesali sesesal-sesalnya, harusnya aku tidak perlu menangis! Terima Kasih Ayah, sudah menguatkan ku dan mengingatkanku akan hal ini.

Keesokan harinya, aku baru tahu kalau seperti itu yang dinamakan Kontraksi Palsu atau Braxton Hicks. Aku bertanya kesana-kemari mencari informasi apapun tentang kontraksi palsu dan kontraksi “beneran”

Kontraksi adalah serangkaian kontraksi rahim yang teratur, yang secara bertahap akan mendorong janin melalui serviks (rahim bagian bawah) dan vagina (jalan lahir), sehingga janin keluar dari rahim ibu. Kontraksi menyebabkan serviks membuka secara bertahap, menipis dan tertarik sampai hampir menyatu dengan rahim. Perubahan ini memungkinkan janin bisa melewati jalan lahir.

Sebelum terjadinya Kontraksi asli, seorang calon ibu bisa merasakan Kontraksi palsu atau kontraksi rahim yang tidak teratur. Ini merupakan hal yang normal. Mungkin sulit untuk membedakan Kontraksi asli dan Kontraksi palsu. Biasanya Kontraksi palsu tidak sesering dan tidak sekuat Kontraksi asli. Kadang satu-satunya cara untuk mengetahui perbedaan antara Kontraksi asli dan Kontraksi palsu adalah melakukan pemeriksaan dalam. Pada pemeriksaan dalam bisa diketahui adanya perubahan pada serviks yang menandakan dimulainya proses persalinan.

Oke! aku berkesimpulan bahwa kontraksi palsu itu belum ada apa-apanya. Bagaimana rasanya Kontraksi asli itu? aku sendiri tidak tahu, karena belum pernah merasakannya. Tapi aku yakin, cepat atau lambat aku akan merasakannya. Dan aku tidak mau membayangkan rasanya seperti apa, yang paling penting sekarang, aku harus menyiapkan diri dan mental untuk menghadapinya.

Hmmm dan satu hal lagi, menanamkan dipikiranku mulai sekarang dan seterusnya pesan dari Ayah : “Kalau kontraksi jangan nangis Bun!”

0

Cerita Anakku, Si Calon Bayi Berumur 28 Minggu “Wah! Aku Malu,saatnya tutup muka!”

Hallo.. Bagaimana kabar kalian?

Sekarang aku sudah berusia 28 minggu loh, berarti sudah tujuh bulan aku berada dalam rahim Bunda.

Kalau menurut teman-temanku disini, aku baru bisa keluar dari rahim Bunda saat berusia 38-40 minggu, yaa kira-kira sekitar 2 – 2,5 bulan lagi. Tapi dua bulan itu rasanya lama atau tidak ya? Aku sudah tidak sabar! waktu didalam perut Bunda ini rasanya berjalan agak lebih lambat dibanding waktu kalian di dunia. Tapi sebaiknya aku tidak boleh berpikir seperti itu, aku harus menikmati detik demi detik yang terjadi di dalam rahim Bunda, karena waktuku hanya tinggal 2- 2,5 bulan lagi, setelah itu, aku tidak akan pernah bisa kembali ke tempat yang luar biasa seperti disini.

Kadang aku mencoba menerka-nerka, seperti apa ya yang dinamakan DUNIA? apa dia hangat seperti Rahim Bunda? apakah dunia itu dikelilingi oleh banyak air agar aku bisa berenang kesana kemari? apakah dunia itu sepi, sunyi, damai dan tenang seperti di dalam sini? Bunda memang tidak pernah memberitahu secara jelas bagaimana dunia itu, tapi Bunda selalu bilang, bahwa Bunda sangat menanti kehadiranku, begitu juga dengan Ayah. Buatku mendengar hal itu saja cukup. Aku jadi bisa membayangkan betapa indahnya dunia, memiliki Ibu dan Bapak seperti Ayah dan Bunda yang sangat sayang kepadaku.

Mungkin aku salah satu calon bayi yang beruntung, beberapa kawan seperjuanganku di alam rahim tak jarang banyak yang memiliki nasib yang kurang baik. Aku pernah mendengar cerita temannya temanku, mereka menjadi calon bayi yang tidak diinginkan orang tuanya, sehingga haknya untuk hidup disia-siakan begitu saja. Andai saja orang tua calon bayi yang kurang beruntung itu tahu, betapa kami para calon bayi sangat menginginkan sekali hidup seperti mereka, merasakan hangatnya dipeluk seorang ibu, merasakan kasih sayang dan perhatian dari seorang Ayah. Tapi aku heran, apa tidak ada rasa iba atau merasa berdosa menyia-nyiakan hidup darah dagingnya sendiri? ahh aku membayangkannya saja sungguh menyayat hati, para calon bayi yang kurang beruntung itu diambil dari rahim ibu sebelum waktunya dengan paksa, bahkan dengan cara-cara yang sangat mengerikan. Hmmmm aku yang dengan cermat mendengarkan saat temanku bercerita seperti itu saja sampai meneteskan airmata. Yah aku memang bayi beruntung, sangat beruntung. Aku punya Ayah dan Bunda yang amat sangat menyayangiku.

Oya aku mau cerita, minggu ini aku dipertemukan lagi dengan Ayah dan Bundaku. Padahal baru seminggu yang lalu, aku diperiksa oleh Om Dokter Satrio. Seingat aku sih, saat pertemuan terakhir dengan Om Dokter, Bunda diminta untuk memeriksakan diri ke salah satu temannya Om Dokter. Duh! siapa yaa namanya? aku lupa!
Coba berikan aku waktu sebentar untuk mengingatnya….

……

Yap! aku ingat sekarang! namanya dr. Med. Damar Prasmusinto, SpOG (K)

Hehehehehe aku bisa menghapal namanya, ya aku memang Bayi Pintar! :)

Setelah Bunda menyelesaikan pekerjaannya, Bunda bersiap menunggu kedatangan Om Dokter. Ayah juga sudah datang, senang sekali Ayah selalu hadir menemani Bunda kalau mau kontrol, itu berarti Ayah juga sangat ingin tahu perkembanganku.

Waktu menunjukkan pukul 19.15, Bunda dipersilahkan masuk oleh tante suster. Setelah sebelumnya seperti biasa, bunda diperiksa tensi darah dan berat badannya. Bunda hebat! berat badannya naik 2kg dalam waktu seminggu. ckckckckck Bunda ku ini makan apa saja yaaaa? :p

wpid-IMG_20121215_132657.jpg

dr. Med. Damar Prasmusinto, SpOG (K)

“Selamat Malam”

Terdengar suara asing yang baru pertama kali aku dengar. Suaranya terdengar sangat ramah sekali dan lembut. Sepertinya Om Dokter yang satu ini memang orang yang ramah dan baik hati.

“Malam dokter” jawab Bundaku

“Pasiennya dokter satrio ya?”

“Iya dokter, mau screening”

“Screening saja atau mau sama 4D?”

“Dua-duanya dong dokter.hehehehe”

Lalu Om Dokter mempersilahkan Bunda untuk berbaring ditempat tidur.

wpid-IMG_20121215_132935.jpg

Uupps! aku lupa kasih tau, kata Bunda, Om Dokter Damar ini, Dokter Ahli Fe-to-ma-ter-nal yang hebat. Fitumatenal, ehh salah! maksudku Fetomaternal adalah sub-spesialis dari spesialis kandungan. Dokter ahli fetomaternal bisa melihat kelainan janin sejak dalam kandungan.

Om Dokter memberitahu Ayah dan Bunda kalau kepalaku sudah berada di bawah, diposisi yang seharusnya. Yap! aku memang nyaman sekali dengan posisi seperti ini, biasanya kalau malam aku suka mengajak Bunda main dengan menggerak-gerakkan kaki kecilku ini di bagian atas perutnya.hehehe.. kepala, tulang paha, lingkar perut, tulang punggung semua normal. Lalu Om Dokter juga bilang kalau plasenta-ku ada diatas. Plasenta itu apa yaaa? saat mendengar itu, aku mencoba mengamati sekelilingku, yang mana yang disebut Om Dokter dengan nama plasenta?? kalau ada diatas, apakah itu si Ari? Ari itu temanku disini, teman mainku, dia suka sekali mendongengkan cerita apapun kepadaku. Kapan-kapan aku kenalkan si Ari kepada kalian ya. Om Dokter melanjutkan pemeriksaannya, memperlihatkan paru-paru, -serambi kanan serambi kiri bilik kanan bilik kiri- Hey! itu jantungku! lalu ginjal kanan-ginjal kiri, kandung kemih dan jenis kelaminku.

“sudah tahu belum jenis kelaminnya apa?” tanya Om Dokter dengan ramah
“sudah dok, USG sebelumnya laki-laki ya?” jawab Bunda
“iya ini anaknya laki-laki” ucap Om Dokter

2d

“sekarang kita lihat wajahnya ya”

Waduuhh! aku mendengar Om Dokter mau memperlihatkan wajahku. Mungkin ini saatnya yang dibilang Bunda 4Dimensi, katanya bisa melihat wajah bayi dengan jelas. Memang sih, sejak siang Bunda mengajakku bicara sambil mengelus-elus perutnya.

“Elang, nanti sore saat diperiksa Om Dokter jangan malu-malu yah, jumpalitan aja, Bunda ga apa-apa kok! Ayah dan Bunda juga penasaran banget pengen liat kamu sudah seperti apa ya sekarang, sampai ketemu nanti yaa Elang”

wpid-Elang-1.jpg

“Mukanya ketutupan tangan nih” kata Om Dokter
“Yah ngga bisa keliatan dong dok mukanya”
“iya, ditutupin”
“Elang, ayo pinter! mana mukanyaaa?” kata Bunda mencoba mengajakku bicara
Elang 9
Aku merasakan Om Dokter mengoyang-goyangkan alatnya ke perut Bunda pada bagian kanan, agar aku bergerak dan menurunkan tangan. Om Dokter, sudah jangan dikocok-kocok lagi perut Bundaku, kasihan nanti Bunda sakit.
“Dokter, bayinya lagi apa?” tanya Bunda
“Lagi main kayanya, tapi mukanya di tutup terus nih”
IFAH_16

“waahhh!! itu mukanya dok? itu hidungnya kelihatan”

 

Elang 14

Om Dokter, Ayah, Bunda sudah ya, aku maluuu…nanti saja aku kasih surprise wajahku seperti apa.hehehe kalian doakan saja supaya aku sehat dan tumbuh berkembang dengan baik sampai nanti saatnya aku hadir diantara kalian.

Setelah selesai bertemu Om Dokter, tak henti-henti Bunda mengucap syukur, karena menurut Om Dokter, aku sehat dan normal semuanya.

Duh! panjang sekali aku bercerita. Aku ngantuk! sudah yah nanti dilanjutkan lagi. Eh tapi tunggu sebentar- ada yang ketinggalan, kalian mau tahu tidak? sepanjang jalan pulang aku mendengar pembicaraan Ayah dan Bundaku mengomentari tingkahku saat diperiksa Om Dokter tadi.hehehehe

“Ayah, kok Elang ngga mau kasih lihat mukanya ya? Padahal 10 menit sebelum masuk ruangan dia gerak-gerak terus. Tapi masa pas diperiksa malah mukanya ditutup, trus kaya tidur anteng gitu, perutku dikocok-kocok juga teteeeppp aja dia ga berubah posisi”

“iya mungkin ga mau dipaksa-paksa kali”

“iya sih, emang dari siang aku minta-minta terus buat dikasih liat mukanya Elang. Yah, perutku ga enak nih sekarang. Kok agak sakit ya”

“kenapa Bun?”

“Ngga tau, apa tadi karena digoyang-goyangin perutnya?”

“bisa jadi, minta maap Bun sama Elang”

“iya Elang sayang, maafin Bunda yaa” kata Bunda sambil mengelus-elus perutnya

Aku senyam-senyum sendiri, menguping percakapan Ayah dan Bunda tadi. Maafin aku ya Ayah- Bunda aku memang sengaja buat Ayah dan Bunda penasaran.hehehehe Aku kan bayi pintar! Tapi aku janji, aku tidak akan nakal, aku akan giat belajar dan selalu nurut serta berbakti sama Ayah dan Bunda. Aku sayang Ayah dan Bunda :*

Hoooaaammmmssss… aku benar-benar sudah mengantuk nih! tidak kuat bercerita lagi. Aku pamit tidur dulu yaaaa, karena nanti malam aku sudah ada janji diajak main sama Si Ari ;)

Ini Ceritaku, Cerita Si Calon Bayi yang Berumur 28 minggu
-Elang-

2

Say Goodbye to “My 2nd Trimester”

IMG_20121205_1517073 bulan yang sangat istimewa, setelah beranjak dari kehamilan trimester pertama

Mual, Pusing, Susah makan, Muntah, Berat Badan Turun, Tidak bernafsu melakukan apapun semua sirna! benar-benar merasakan nikmatnya menjadi seorang ibu hamil

Hampir tidak ada keluhan apapun selama menjalani 3 bulan terakhir ini, semakin hari semakin bertambah rasa syukur kepada Allah SWT, atas anugerah yang indaaahhhh sekali yang diberikan kepadaku; suami yang penuh perhatian dan kasih sayang, serta calon jagoan yang sudah tak sabar lagi aku nantikan :’)

IMG_20121205_131556 IMG_20121205_172425 IMG_20121205_172153

Sudah lebih dari separuh perjalanan yang ku lalui

Sudah lebih dari separuh waktu pula Elang berada dalam rahim bunda

dan masih ada separuh kurang, sisa waktu yang ada untuk menikmati hari-hari menjadi seorang wanita yang memiliki tubuh unik, dispesialkan, diberi tempat yang istimewa dimanapun berada…

IMG_20121205_130836

Selamat Datang di TRIMESTER KETIGA :D

bulan-bulan terakhir..

sampai Elang meninggalkan alam rahim yang selama ini menjaga-nya, memberi tempat terbaik untuknya, menguatkannya untuk tetap tumbuh berkembang dengan sehat

sampai Elang hadir di kehidupan dunia

sampai Elang bisa merasakan kedua tanganku ini memeluk tubuhnya yang mungil

sampai nanti Elang…

sampai kita akhirnya bisa saling bertatap muka, bukan saja Elang bisa melihat bagaimana Bunda dan Ayah, tapi juga Elang bisa lihat wajah Kakek, Nenek, Bude, Pak De, Tante, Om, Uyut serta Teman-teman Elang yang lain, semua menunggu dan menantikan kehadiran kamu sayang! :*

IMG_20121205_172637

Hey, Trimester Dua, terimakasih! atas semua cerita-cerita indah yang sudah aku lalui

Sekarang saat-nya bersiap menghadapi beberapa bulan kedepan yang pasti-nya akan lebih banyak kejutan!

0

Cerita Anakku, Si Calon Bayi Berumur 23 Minggu

Hallo! masih ingat ceritaku yang terakhir sewaktu aku berumur 18 minggu?

Kalian belum membacanya?? Hmmm..  sayang sekali, menurutku kalian harus menyimak cerita-ceritaku sebelumnya terlebih dulu.hehehehehe

Aku ingin menceritakan bagaimana aku saat berumur 23 minggu :)

Tapi sebelum itu, aku ingin membocorkan sebuah rahasia, janji loh?! ini rahasia! hanya aku dan kalian saja yang tahu. Karena aku sudah berjanji pada wanita yang sedang meminjamkan rahimnya untukku ini, untuk tidak memberitahukan kepada siapapun. Tapi aku rasa membocorkannya sedikit saja, sepertinya tidak menjadi masalah

Yap! sekarang aku sudah tidak dipanggil “Mahluk Kecil” – “Malaikat Kecil” – “Tuan Bayi” – “AdeBayi” – “Calon Bayi” – “Si Janin” seperti yang kalian dengar sebelum-sebelumnya. Ayah dan Ibu sudah memberikan Hadiah untukku, yaitu sebuah nama. Elang, Namaku Elang. E – L – A – N – G.

Aku pernah mencuri dengar percakapan antara Ayah dan Ibu, yang menyebut kata Elang, sudah sejak lama sekali. Bahkan mungkin sebelum menunjukkan kejutan saat aku berumur 18 minggu kemarin. Ayahku yang memberikan nama itu. Aku senang sekali. Aku merasa lebih keren dan cool, jika dipanggil dengan nama itu. Ingatkan aku ya! kalau aku sudah lahir nanti, aku ingin menanyakan ke Ayah dan Ibu, kenapa mereka memberi nama untukku, Elang.

Itu sedikit rahasia-nya. Aku ingin sih, memberitahukan juga nama panjangku, seperti yang sudah dipersiapkan Ayah dan Ibu, tapi nanti saja yaaa, saat aku sudah lahir. Aku kan sudah janji sama Ayah dan Ibu untuk menjaga rahasia ini, walau aku membocorkannya secuiiiiilllllll untuk kalian.hehehehhe :P

Oya, hampir setiap waktu, aku sudah mulai di ajarkan untuk memanggil ibu dengan sebutan, Bunda. Ayah ku juga sering memanggilnya Bunda, mungkin mereka ingin membiasakan diri dengan memanggil Ayah-Bunda, agar saat aku sudah hadir diantara mereka, aku bisa dengan lantang memanggil mereka A-yah dan Bun-da.

Aku bayi yang pintar loh! sungguh! aku selalu belajar di dalam rahim ini, untuk bisa mengucapkan A-yah dan Bun-da, sambil bermain dengan jari-jari tanganku, kedua kakiku, tali pusarku, aku sempatkan untuk belajar mengucap A-yah dan Bun-da.

Kadang saat aku sedang berenang diantara air ketuban yang mengelilingiku, aku juga tetap melakukannya. Mungkin kalau kalian mengintip tingkahku itu, kalian hanya bisa melihat bibirku yang mangap-mangap, tanpa bisa mendengar suaraku.hihihihihi yang penting aku sudah menunjukkan niat dan usahaku yang kuat untuk itu :)

Ooooppsss! jadi lupa. Tadikan aku mau cerita bagaimana perkembanganku

Saat di USG kemarin, aku dengar Om Dokter menyebutkan berat badanku 574 gram, sudah lebih dari 0,5kg. Wah wah, pasti Bundaku sudah mulai kewalahan nih, membawaku kemana-mana. Tapi aku belum pernah mendengarnya mengeluh kalau aku sudah berat, paling aku pernah merasakan, Bunda agak sedikit kesulitan untuk bangun kalau sudah duduk selonjoran di Rumah, jadi Ayah sering membantu mendorongnya untuk berdiri. Huehehehe Bunda ayo dong tetap semangat!

Sekarang ukuran kepalaku sudah sesuai dengan tubuhku loh, mungkin terlihat sama saat lahir nanti, hanya aku masih tergolong kecil dan kurus. Kira-kira panjangku 23-30cm kali yaa.. huuu sepanjang penggaris besi yang suka dipakai bunda di Kantor-nya.hehehe

Detak jantungku normal, 150 detik per menitnya. Aku sudah punya kandungan lemak di bawah kulit, tapi belum begitu banyak, jadi kulitku masih tampak keriput. Katanya sih karena produksi sel kulitku lebih banyak dibanding lemaknya. Doakan aku yaa, supaya aku sehat dan berkembang dengan baik

Kalau kalian bertemu Ayahku di jalan atau dimana saja, boleh sampaikan pesanku untuknya?

Agar Ayah selalu menjaga Bundaku, terutama kalau Bunda bandel ngga mau minum susu. Beritahu Ayahku ya, kalau saat ini kebutuhan kalsium untukku dan Bunda meningkat. Huuuu rasanya bunda pernah deh, cerita ke aku kalau kalsium itu penting untuk tulang dan gigi supaya sehat dan kuat. Aku masih ingat kata-katanya : “Elang, ayo kita minum susu ini, kamu serap yang banyak yaaa. Ini bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi kamu nanti!” kata Bunda, sambil menenggak segelas susu coklatnya

23 minggu

Sudah dulu ya ceritanya, nanti aku lanjutkan lagi. Jangan lupa pesanku yang tadi ya!

Bisikkan juga ke Ayah, kalau Bunda itu hanya suka susu coklat, roti coklat dan sekarang lagi gemar makan pisang goreng.

Bagaimana aku tahu??

Hey kalian tidak perlu bingung, Aku dan Bunda kan sudah menjadi satu, jadi apa yang Bunda rasakan, aku juga ikut merasakan :)

Ini ceritaku saat berumur 23 minggu

-Elang-