A desire, dream and promise

Semoga tidak ada pilu, seperti yang pernah aku rasakan dulu
aku tahu luka telah begitu banyak menyapa dan mungkin akan tetap menganga
tapi tidak berarti tidak bisa dikubur
dalam penat yang harus dihibur

Hatiku pun pergi jauh ke tempatmu, merasakan nafasmu.. menggenggam erat tanganmu
tak pernah ingin aku biarkan kau pergi
karena aku tak pernah sanggup lewati hari tanpa dirimu
hadirmu adalah alasan bagiku untuk tetap tegak menghadapi jalan yang penuh ombak

Selalu ada bahuku untuk tempatmu menangis
selalu ada tanganku untuk menemanimu melewati hari
selalu ada tawaku untuk menceriakan harimu
dan selalu ada hatiku untuk membuatmu bahagia

“Allah SWT is preparing the one who’s best for me”

(Catatan buta, Penthouse/11-04-11/07:39pm)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s