Isi Pikiran Sang Calon Pengantin

Love at the first sight ><

Detik berganti, menit berlalu, jam terus berdetak layaknya Hari yang terasa amat cepat bagiku, berlari… menggapai sebuah hari-Ku, hari besar yang sangat ku nanti dalam hidupku

Pernikahan adalah hal terindah yang didambakan oleh sepasang kekasih. Namun hal tersebut bisa berbalik menjadi stres berat apabila mereka tidak pandai mengatasi stres yang sering terjadi menjelang sebuah pernikahan. Tekanan ini dirasakan oleh baik pria dan wanita dan pada semua usia, mungkin termasuk diriku..

(mengapa aku bilang “mungkin”? karena aku sendiri tidak yakin apakah aku ini mengalami yang namanya “Stres Menjelang Sebuah Pernikahan” atau tidak)

Hati ini memang terlalu putih, terlalu jujur..  Saat sedih, dia akan menangis.  Saat stres, dia tak tentu arah. Saat bahagia, dia akan tersenyum memperlihatkan deretan giginya yang putih kepada siapa saja yang berada disekitarnya..  dan hatiku ini, Bahagia, Sangat berbahagia..

Beberapa pertanyaan dan pernyataan memburuku “Stres ya mau menikah?“/ “Wahh berat badan turun, stres tu berarti“/ “Emang begitu klo orang mau menikah, pikirannya agak kacau“/ “Hati-hati kalo mau menikah itu banyak godaan dan cobaannya”/ “Stresss..“/ “Streeess..“/ “Streess..”    Lucu juga saat mendengarnya, tapi hal itu malah membuat suatu tanda tanya besar dalam hatiku apa iya seperti itukah yang namanya Stres Menjelang Sebuah Pernikahan?

Setelah merenungkannya beberapa waktu, mungkin sesuatu yang normal bila mengalami hal seperti itu. Stres akibat tekanan-tekanan yang muncul layaknya “petasan berantai”, perubahan emosi bahkan perubahan prinsip pun dapat saja terjadi. Dapat diketahui bahwa Kondisi dimana ada ketegangan yang meninggi akibat tekanan menjelang hari pernikahan, emosi pun mulai tak terkendali sehingga akan mudah tersinggung. Kesalahan kecil pun dapat menjadi masalah besar. kemudian menyiapkan mental untuk mempersiapkan diri memulai kehidupan baru bersama pasangan. membina komunikasi yang baik atau mempertahankan komunikasi yang sudah baik agar lebih kompak, kesiapan untuk memegang teguh sebuah komitmen dan masih banyak lagi tentunya jika di telaah satu per satu Isi Pikiran Sang Calon Pengantin

Pernikahan bukan layaknya suatu ujian matematika yang sulit dan ditakuti, beruntungnya aku memiliki-Nya, memiliki dia yang selalu membuat aku bahagia dengan caranya sendiri, dia yang memberikan arti cinta yang sesungguhnya lewat caranya sendiri dan dia yang bisa mengerti, memahami, menerima diri ini apa adanya sejak dulu, sejak pertama kali aku melihat senyum khasnya saat pertama kali kami berkenalan. Kedua orang tua yang selalu memberikan restu pada tiap langkah yang aku jalani, Adik-adikku, Keluarga Besarku…. Calon Ibu dan Bapak Mertua ku, yang amat sangat baik sekali kepadaku, merestui dengan segala keridhoannya, untuk kami berdua, adik-adik yang nantinya akan menjadi iparku, keluarga besarNya. Kalian semua adalah kekuatan, kekuatan hingga sampai saat ini, aku masih bisa tersenyum dengan tenang, menjalani hari ini dan hari-hari kedepan dengan sedikit lebih santai, yahhh.. menikmati indahnya hari-hari sebagai Calon Pengantin.

Berjutakali ucapan syukur dan terimakasih kepada-Mu, Allah SWT rasanya takkan sebanding dengan banyak hal yang sudah Kau berikan dalam hidupku. Terima kasihh :’)

December 27, 2011 at 2:13pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s