Trimester Pertamaku yang Sangat Menakjubkan

Selalu ada cerita yang menyertai janin yang tumbuh didalam rahim seorang perempuan..

Pagi itu, aku tengah berada didepan pintu kamar mandi, mencoba menerawang sejelas-jelasnya, sebuah benda putih-kecil-berbentuk stik panjang yang ditengahnya perlahan memunculkan dua buah garis merah samar-samar. hmm tetapi kalau diperhatikan dengan lebih tajam lagi, rasanya warna itu lebih tepat disebut merah muda (pink) daripada merah terang. Kami duduk bersebelahan, berulang kali aku bertanya pada-Nya, “coba lihat lagi, itu garisnya dua kan??” tanyaku tanpa sabar. Lalu dijawabnya “rasanya sih ini garisnya ada dua, tapi kok warnanya kurang jelas ya”. Satu pertanyaan yang sama dalam benak kami, “apa ini benar?”. Lalu aku mencoba menunggu, melewati 2 hari berikutnya -tentu tanpa bisa tidur dengan nyenyak- untuk memastikan kembali apakah si samar-samar itu akan menjadi semakin jelas. Yap! aku membeli 2 alat tes kehamilan sekaligus dan keduanya pun menunjukan dua garis merah yang terang dan jelas, alhamdulillah. Saat itu juga, rasanya aku sudah tak sabar lagi untuk segera memeriksakan diri ke dokter :’)

Untuk pertama kalinya dan mungkin seterusnya aku akan mulai berurusan dengan Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan. Aku menjatuhkan pilihan dokter pada dr. Ika Sri Purnamaningsih,SpOG. Selain karena memang aku sengaja mencari DSOG Perempuan, aku juga sudah cukup mengenal beliau orangnya baik, ramah dan enak diajak berbicara. Perlu mengumpulkan nyali yang cukup banyak ternyata saat memasuki ruangan, tetapi ketegangan tersebut sedikit berkurang saat melihat senyum dokter cantik itu mempersilahkan kami berdua untuk duduk. Selang beberapa menit berjalan, aku diminta untuk duduk di “kursi panas”  (biasa disebut Gynaecology Chair ). Dengan air muka yang tegang, bahkan aku sedikit digoda oleh sang dokter untuk melemaskan kedua kaki-ku, yaahh.. aku berusaha membuat diriku merasa senyaman mungkin duduk dengan posisi seperti itu. Kemudian “alat itu” mengantarkan kami berdua melihat dinding rahimku yang menebal, kemudian ada bulatan kecil, mungkin ukurannya sebesar biji kacang berwarna gelap. Ahhh! itu kantongnya! kantong gestasi dengan diameternya kira-kira 0,6cm, tetapi janinnya belum bisa terlihat. Aku pun dinyatakan hamil 4minggu oleh dokter. senangnyaaa :”)

Usia 4 minggu

Setelah itu, aku kira 9 bulan kedepan adalah hal yang mudah, namun tidak lama kemudian tubuhku memberi tahu siapa sesungguhnya yang berkuasa. Sepulang kerja aku biasanya bersemangat memasak untuk makan malam kami berdua, tapi aku merasa sangat lelah dan ingin tidur secepatnya. Berencana untuk makan sebanyak-banyaknya supaya mahluk kecil yang ada didalam perutku bisa tumbuh sehat, tapi lihat makanan saja perutku langsung tidak enak. Kamar mandi jadi teman setia, karena aku jadi sering buang air kecil. Mood yang naik turun, sensitif, bahkan mungkin sering membuat kesal orang-orang disekelilingku. Mual dan Pusing pun jadi sahabatku sepanjang waktu, ya mungkin inilah fase saat mahluk kecil yang ada diperut memberitahuku, “Ibu, aku ada disini!

Pada minggu ke-8, kami kembali memeriksakan mahluk kecil yang ada diperutku, sebelumnya aku ditimbang dan tensi seperti pasien biasanya. Ternyata berat badanku turun 2 Kg dari sebelumnya, cukup membuatku sedih sesaat,mungkin karena porsi makanku kurang banyak, dalam hati aku bertekad “AKU HARUS MAKAN YANG BANYAK!” walau dokter mengatakan hal tersebut tidak perlu dicemaskan, karena biasa terjadi pada kehamilan muda. Sampai diminggu ini aku masih harus duduk di “kursi panas” itu lagi, tapi rasa rindu ingin melihat mahluk kecil didalam perutku lebih besar daripada memikirkan tentang cara duduk di kursi tersebut. Sekarang, didalam kantong gestasi sudah ada bulatan samar-samar berwarna putih, “nah! itu calon bayinya!” ucap sang dokter. Kecil sekali kamu nak, panjangnya sekitar 1,5cm. Kau tak lagi disebut embrio, kau mulai tumbuh dan berubah, dokter menyebutmu fetus. Kemudian terdengar suara jantung yang berdetak sangat cepat, Waw! itu suara detak jantungmu nak. 150dpm lebih cepat dari detak jantungku. Persis! sang dokter berhasil membuat aku dan Ayahmu terpesona mendengarkan suara yang menakjubkan itu -suara yang ternyata selalu aku rindukan disetiap malam saat aku ingin tidur- Love You , Nak!  Ibu akan menyebutmu “Malaikat Kecil” mulai saat ini :”)

Usia 8 minggu

Tumbuhlah Anakku…  Doaku selalu bersamamu :’)

Wednesday, August 29, 2012 at 5:11pm

2 thoughts on “Trimester Pertamaku yang Sangat Menakjubkan

  1. Wah.. bagus sharing nya.. bisa untuk bayangan keadaan didalam rahim, saya baru bisa ngeliat kantung gestasi, semoga minggu2 selanjutnya bisa ngerasain denyut jantungny spt pengalaman bunda…🙂 jadi deg degan, nice share bunda, thanks.. salam kenal, annisa

  2. Wow subhanallah.. makasih sharing pengalaman nya bunda jadi deg degan. Bandingin foto usg sendiri sama dari pengalaman bunda di usia 4 minggu… jdi ga sabar menanti minggu2 selanjutnya😀

    Salam, annies

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s