Cerita Anakku, Si Calon Bayi Berumur 23 Minggu

Hallo! masih ingat ceritaku yang terakhir sewaktu aku berumur 18 minggu?

Kalian belum membacanya?? Hmmm..  sayang sekali, menurutku kalian harus menyimak cerita-ceritaku sebelumnya terlebih dulu.hehehehehe

Aku ingin menceritakan bagaimana aku saat berumur 23 minggu🙂

Tapi sebelum itu, aku ingin membocorkan sebuah rahasia, janji loh?! ini rahasia! hanya aku dan kalian saja yang tahu. Karena aku sudah berjanji pada wanita yang sedang meminjamkan rahimnya untukku ini, untuk tidak memberitahukan kepada siapapun. Tapi aku rasa membocorkannya sedikit saja, sepertinya tidak menjadi masalah

Yap! sekarang aku sudah tidak dipanggil “Mahluk Kecil” – “Malaikat Kecil” – “Tuan Bayi” – “AdeBayi” – “Calon Bayi” – “Si Janin” seperti yang kalian dengar sebelum-sebelumnya. Ayah dan Ibu sudah memberikan Hadiah untukku, yaitu sebuah nama. Elang, Namaku Elang. E – L – A – N – G.

Aku pernah mencuri dengar percakapan antara Ayah dan Ibu, yang menyebut kata Elang, sudah sejak lama sekali. Bahkan mungkin sebelum menunjukkan kejutan saat aku berumur 18 minggu kemarin. Ayahku yang memberikan nama itu. Aku senang sekali. Aku merasa lebih keren dan cool, jika dipanggil dengan nama itu. Ingatkan aku ya! kalau aku sudah lahir nanti, aku ingin menanyakan ke Ayah dan Ibu, kenapa mereka memberi nama untukku, Elang.

Itu sedikit rahasia-nya. Aku ingin sih, memberitahukan juga nama panjangku, seperti yang sudah dipersiapkan Ayah dan Ibu, tapi nanti saja yaaa, saat aku sudah lahir. Aku kan sudah janji sama Ayah dan Ibu untuk menjaga rahasia ini, walau aku membocorkannya secuiiiiilllllll untuk kalian.hehehehhe😛

Oya, hampir setiap waktu, aku sudah mulai di ajarkan untuk memanggil ibu dengan sebutan, Bunda. Ayah ku juga sering memanggilnya Bunda, mungkin mereka ingin membiasakan diri dengan memanggil Ayah-Bunda, agar saat aku sudah hadir diantara mereka, aku bisa dengan lantang memanggil mereka A-yah dan Bun-da.

Aku bayi yang pintar loh! sungguh! aku selalu belajar di dalam rahim ini, untuk bisa mengucapkan A-yah dan Bun-da, sambil bermain dengan jari-jari tanganku, kedua kakiku, tali pusarku, aku sempatkan untuk belajar mengucap A-yah dan Bun-da.

Kadang saat aku sedang berenang diantara air ketuban yang mengelilingiku, aku juga tetap melakukannya. Mungkin kalau kalian mengintip tingkahku itu, kalian hanya bisa melihat bibirku yang mangap-mangap, tanpa bisa mendengar suaraku.hihihihihi yang penting aku sudah menunjukkan niat dan usahaku yang kuat untuk itu🙂

Ooooppsss! jadi lupa. Tadikan aku mau cerita bagaimana perkembanganku

Saat di USG kemarin, aku dengar Om Dokter menyebutkan berat badanku 574 gram, sudah lebih dari 0,5kg. Wah wah, pasti Bundaku sudah mulai kewalahan nih, membawaku kemana-mana. Tapi aku belum pernah mendengarnya mengeluh kalau aku sudah berat, paling aku pernah merasakan, Bunda agak sedikit kesulitan untuk bangun kalau sudah duduk selonjoran di Rumah, jadi Ayah sering membantu mendorongnya untuk berdiri. Huehehehe Bunda ayo dong tetap semangat!

Sekarang ukuran kepalaku sudah sesuai dengan tubuhku loh, mungkin terlihat sama saat lahir nanti, hanya aku masih tergolong kecil dan kurus. Kira-kira panjangku 23-30cm kali yaa.. huuu sepanjang penggaris besi yang suka dipakai bunda di Kantor-nya.hehehe

Detak jantungku normal, 150 detik per menitnya. Aku sudah punya kandungan lemak di bawah kulit, tapi belum begitu banyak, jadi kulitku masih tampak keriput. Katanya sih karena produksi sel kulitku lebih banyak dibanding lemaknya. Doakan aku yaa, supaya aku sehat dan berkembang dengan baik

Kalau kalian bertemu Ayahku di jalan atau dimana saja, boleh sampaikan pesanku untuknya?

Agar Ayah selalu menjaga Bundaku, terutama kalau Bunda bandel ngga mau minum susu. Beritahu Ayahku ya, kalau saat ini kebutuhan kalsium untukku dan Bunda meningkat. Huuuu rasanya bunda pernah deh, cerita ke aku kalau kalsium itu penting untuk tulang dan gigi supaya sehat dan kuat. Aku masih ingat kata-katanya : “Elang, ayo kita minum susu ini, kamu serap yang banyak yaaa. Ini bagus untuk pertumbuhan tulang dan gigi kamu nanti!” kata Bunda, sambil menenggak segelas susu coklatnya

23 minggu

Sudah dulu ya ceritanya, nanti aku lanjutkan lagi. Jangan lupa pesanku yang tadi ya!

Bisikkan juga ke Ayah, kalau Bunda itu hanya suka susu coklat, roti coklat dan sekarang lagi gemar makan pisang goreng.

Bagaimana aku tahu??

Hey kalian tidak perlu bingung, Aku dan Bunda kan sudah menjadi satu, jadi apa yang Bunda rasakan, aku juga ikut merasakan🙂

Ini ceritaku saat berumur 23 minggu

-Elang-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s