Cerita Anakku, Si Calon Bayi Berumur 28 Minggu “Wah! Aku Malu,saatnya tutup muka!”

Hallo.. Bagaimana kabar kalian?

Sekarang aku sudah berusia 28 minggu loh, berarti sudah tujuh bulan aku berada dalam rahim Bunda.

Kalau menurut teman-temanku disini, aku baru bisa keluar dari rahim Bunda saat berusia 38-40 minggu, yaa kira-kira sekitar 2 – 2,5 bulan lagi. Tapi dua bulan itu rasanya lama atau tidak ya? Aku sudah tidak sabar! waktu didalam perut Bunda ini rasanya berjalan agak lebih lambat dibanding waktu kalian di dunia. Tapi sebaiknya aku tidak boleh berpikir seperti itu, aku harus menikmati detik demi detik yang terjadi di dalam rahim Bunda, karena waktuku hanya tinggal 2- 2,5 bulan lagi, setelah itu, aku tidak akan pernah bisa kembali ke tempat yang luar biasa seperti disini.

Kadang aku mencoba menerka-nerka, seperti apa ya yang dinamakan DUNIA? apa dia hangat seperti Rahim Bunda? apakah dunia itu dikelilingi oleh banyak air agar aku bisa berenang kesana kemari? apakah dunia itu sepi, sunyi, damai dan tenang seperti di dalam sini? Bunda memang tidak pernah memberitahu secara jelas bagaimana dunia itu, tapi Bunda selalu bilang, bahwa Bunda sangat menanti kehadiranku, begitu juga dengan Ayah. Buatku mendengar hal itu saja cukup. Aku jadi bisa membayangkan betapa indahnya dunia, memiliki Ibu dan Bapak seperti Ayah dan Bunda yang sangat sayang kepadaku.

Mungkin aku salah satu calon bayi yang beruntung, beberapa kawan seperjuanganku di alam rahim tak jarang banyak yang memiliki nasib yang kurang baik. Aku pernah mendengar cerita temannya temanku, mereka menjadi calon bayi yang tidak diinginkan orang tuanya, sehingga haknya untuk hidup disia-siakan begitu saja. Andai saja orang tua calon bayi yang kurang beruntung itu tahu, betapa kami para calon bayi sangat menginginkan sekali hidup seperti mereka, merasakan hangatnya dipeluk seorang ibu, merasakan kasih sayang dan perhatian dari seorang Ayah. Tapi aku heran, apa tidak ada rasa iba atau merasa berdosa menyia-nyiakan hidup darah dagingnya sendiri? ahh aku membayangkannya saja sungguh menyayat hati, para calon bayi yang kurang beruntung itu diambil dari rahim ibu sebelum waktunya dengan paksa, bahkan dengan cara-cara yang sangat mengerikan. Hmmmm aku yang dengan cermat mendengarkan saat temanku bercerita seperti itu saja sampai meneteskan airmata. Yah aku memang bayi beruntung, sangat beruntung. Aku punya Ayah dan Bunda yang amat sangat menyayangiku.

Oya aku mau cerita, minggu ini aku dipertemukan lagi dengan Ayah dan Bundaku. Padahal baru seminggu yang lalu, aku diperiksa oleh Om Dokter Satrio. Seingat aku sih, saat pertemuan terakhir dengan Om Dokter, Bunda diminta untuk memeriksakan diri ke salah satu temannya Om Dokter. Duh! siapa yaa namanya? aku lupa!
Coba berikan aku waktu sebentar untuk mengingatnya….

……

Yap! aku ingat sekarang! namanya dr. Med. Damar Prasmusinto, SpOG (K)

Hehehehehe aku bisa menghapal namanya, ya aku memang Bayi Pintar!🙂

Setelah Bunda menyelesaikan pekerjaannya, Bunda bersiap menunggu kedatangan Om Dokter. Ayah juga sudah datang, senang sekali Ayah selalu hadir menemani Bunda kalau mau kontrol, itu berarti Ayah juga sangat ingin tahu perkembanganku.

Waktu menunjukkan pukul 19.15, Bunda dipersilahkan masuk oleh tante suster. Setelah sebelumnya seperti biasa, bunda diperiksa tensi darah dan berat badannya. Bunda hebat! berat badannya naik 2kg dalam waktu seminggu. ckckckckck Bunda ku ini makan apa saja yaaaa? :p

wpid-IMG_20121215_132657.jpg

dr. Med. Damar Prasmusinto, SpOG (K)

“Selamat Malam”

Terdengar suara asing yang baru pertama kali aku dengar. Suaranya terdengar sangat ramah sekali dan lembut. Sepertinya Om Dokter yang satu ini memang orang yang ramah dan baik hati.

“Malam dokter” jawab Bundaku

“Pasiennya dokter satrio ya?”

“Iya dokter, mau screening”

“Screening saja atau mau sama 4D?”

“Dua-duanya dong dokter.hehehehe”

Lalu Om Dokter mempersilahkan Bunda untuk berbaring ditempat tidur.

wpid-IMG_20121215_132935.jpg

Uupps! aku lupa kasih tau, kata Bunda, Om Dokter Damar ini, Dokter Ahli Fe-to-ma-ter-nal yang hebat. Fitumatenal, ehh salah! maksudku Fetomaternal adalah sub-spesialis dari spesialis kandungan. Dokter ahli fetomaternal bisa melihat kelainan janin sejak dalam kandungan.

Om Dokter memberitahu Ayah dan Bunda kalau kepalaku sudah berada di bawah, diposisi yang seharusnya. Yap! aku memang nyaman sekali dengan posisi seperti ini, biasanya kalau malam aku suka mengajak Bunda main dengan menggerak-gerakkan kaki kecilku ini di bagian atas perutnya.hehehe.. kepala, tulang paha, lingkar perut, tulang punggung semua normal. Lalu Om Dokter juga bilang kalau plasenta-ku ada diatas. Plasenta itu apa yaaa? saat mendengar itu, aku mencoba mengamati sekelilingku, yang mana yang disebut Om Dokter dengan nama plasenta?? kalau ada diatas, apakah itu si Ari? Ari itu temanku disini, teman mainku, dia suka sekali mendongengkan cerita apapun kepadaku. Kapan-kapan aku kenalkan si Ari kepada kalian ya. Om Dokter melanjutkan pemeriksaannya, memperlihatkan paru-paru, -serambi kanan serambi kiri bilik kanan bilik kiri- Hey! itu jantungku! lalu ginjal kanan-ginjal kiri, kandung kemih dan jenis kelaminku.

“sudah tahu belum jenis kelaminnya apa?” tanya Om Dokter dengan ramah
“sudah dok, USG sebelumnya laki-laki ya?” jawab Bunda
“iya ini anaknya laki-laki” ucap Om Dokter

2d

“sekarang kita lihat wajahnya ya”

Waduuhh! aku mendengar Om Dokter mau memperlihatkan wajahku. Mungkin ini saatnya yang dibilang Bunda 4Dimensi, katanya bisa melihat wajah bayi dengan jelas. Memang sih, sejak siang Bunda mengajakku bicara sambil mengelus-elus perutnya.

“Elang, nanti sore saat diperiksa Om Dokter jangan malu-malu yah, jumpalitan aja, Bunda ga apa-apa kok! Ayah dan Bunda juga penasaran banget pengen liat kamu sudah seperti apa ya sekarang, sampai ketemu nanti yaa Elang”

wpid-Elang-1.jpg

“Mukanya ketutupan tangan nih” kata Om Dokter
“Yah ngga bisa keliatan dong dok mukanya”
“iya, ditutupin”
“Elang, ayo pinter! mana mukanyaaa?” kata Bunda mencoba mengajakku bicara
Elang 9
Aku merasakan Om Dokter mengoyang-goyangkan alatnya ke perut Bunda pada bagian kanan, agar aku bergerak dan menurunkan tangan. Om Dokter, sudah jangan dikocok-kocok lagi perut Bundaku, kasihan nanti Bunda sakit.
“Dokter, bayinya lagi apa?” tanya Bunda
“Lagi main kayanya, tapi mukanya di tutup terus nih”
IFAH_16

“waahhh!! itu mukanya dok? itu hidungnya kelihatan”

 

Elang 14

Om Dokter, Ayah, Bunda sudah ya, aku maluuu…nanti saja aku kasih surprise wajahku seperti apa.hehehe kalian doakan saja supaya aku sehat dan tumbuh berkembang dengan baik sampai nanti saatnya aku hadir diantara kalian.

Setelah selesai bertemu Om Dokter, tak henti-henti Bunda mengucap syukur, karena menurut Om Dokter, aku sehat dan normal semuanya.

Duh! panjang sekali aku bercerita. Aku ngantuk! sudah yah nanti dilanjutkan lagi. Eh tapi tunggu sebentar- ada yang ketinggalan, kalian mau tahu tidak? sepanjang jalan pulang aku mendengar pembicaraan Ayah dan Bundaku mengomentari tingkahku saat diperiksa Om Dokter tadi.hehehehe

“Ayah, kok Elang ngga mau kasih lihat mukanya ya? Padahal 10 menit sebelum masuk ruangan dia gerak-gerak terus. Tapi masa pas diperiksa malah mukanya ditutup, trus kaya tidur anteng gitu, perutku dikocok-kocok juga teteeeppp aja dia ga berubah posisi”

“iya mungkin ga mau dipaksa-paksa kali”

“iya sih, emang dari siang aku minta-minta terus buat dikasih liat mukanya Elang. Yah, perutku ga enak nih sekarang. Kok agak sakit ya”

“kenapa Bun?”

“Ngga tau, apa tadi karena digoyang-goyangin perutnya?”

“bisa jadi, minta maap Bun sama Elang”

“iya Elang sayang, maafin Bunda yaa” kata Bunda sambil mengelus-elus perutnya

Aku senyam-senyum sendiri, menguping percakapan Ayah dan Bunda tadi. Maafin aku ya Ayah- Bunda aku memang sengaja buat Ayah dan Bunda penasaran.hehehehe Aku kan bayi pintar! Tapi aku janji, aku tidak akan nakal, aku akan giat belajar dan selalu nurut serta berbakti sama Ayah dan Bunda. Aku sayang Ayah dan Bunda :*

Hoooaaammmmssss… aku benar-benar sudah mengantuk nih! tidak kuat bercerita lagi. Aku pamit tidur dulu yaaaa, karena nanti malam aku sudah ada janji diajak main sama Si Ari😉

Ini Ceritaku, Cerita Si Calon Bayi yang Berumur 28 minggu
-Elang-

One thought on “Cerita Anakku, Si Calon Bayi Berumur 28 Minggu “Wah! Aku Malu,saatnya tutup muka!”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s