Mencicipi Si Air Gula yang Aneh!

Dapat surat pengantar untuk cek laboratorium dari dr. Ika,SpOG, akhirnya baru sempat dilakuin hari Jumat ini. Karena harus persiapan puasa sebelumnya minimal 10 jam. Hari-hari kemarin kebablasan sarapan terus jadi belum sempat deh.hehehe

Oya mungkin aku termasuk agak terlewat ya waktunya, soalnya kata dr.Ika,SpOG cek laboratorium itu harusnya udah dilakuin di trimester kedua. Yah, lebih baik telat daripada ngga sama sekali kan?๐Ÿ˜€

Mampir lewat UGD dulu, soalnya vitamin dan kalsium udah abis stok jadi harus minta resepnya lagi. Di UGD ada dr.Apito, lalu ada dokter baru yg cantik- hmm..namanya dr.Eva, mba Ing dan mba Wahyu. Sambil berbincang-bincang sejenak dengan mereka, ternyata aku baru tahu kalau pemeriksaan lab yang ada di surat pengantarku ada yang namanya TTGO. Aku lihat sebelumnya hanya diminta untuk cek darah, urin, glukosa puasa dan HBSAg.

Apa itu TTGO? Tes Toleransi Glukosa Oral, wah! ini orang-orang yang ada dihadapanku bilang, nanti aku di kasih air gula yang rasanya………. aku punya feeling ngga enak, karena mereka semua senyam-senyum aneh sendiri.

Meninggalkan UGD menuju tempat laboratorium, setelah mba-nya cek surat pengantarku, aku dikasih botol untuk tempat penampung urin. Untungnya saat itu emang lagi kebelet banget, jadi lancar-lancar aja tuh ngeluarinnya, bahkan melebihi jumlah yang diminta mba-nya.hahahahaha *info ngga penting*

Duduk manis di sofa, siap-siap diambil darah. Nah! untuk yang satu ini, aku jagoan! insya allah ngga takut sama yang namanya jarum suntik. Deg-degan sih ada, tapi harus dilawan tuh! Biasanya aku malah ngeliatin jelas-jelas saat jarum suntiknya menusuk tanganku, ngga perlu buang muka, atau tutup mata, suer deh! dengan melihat langsung, malah ngga terasa sakitnya. (ini tips buat orang-orang yang takut disuntik ya!)

“mba tunggu sini ya,aku buatin air gula-nya dulu”

waduh! ini nih air gula yang dimaksud. Lalu aku berkata “mba,aku minum teh manis aja ya,nanti gulanya aku banyakin deh ya..”

“ndak bisa mba, harus air gula dari sini, abis itu puasa lagi jangan makan apa-apa sampe 2 jam, trus diambil lagi darahnya” kata mba-nya menjelaskan

“yaaaaahhh.. tapi aku laper,aku makan dulu boleh ga? abis itu aku puasa 2 jam, bisa yaaaa??? :D”

“ndak boleehhhh! tunggu dulu disini ya, aku ambil air-nya dulu”

Tidak sampai 5 menit menunggu, Si Air Gula pun datang dan langsung di sodorkan kepadaku.

Aku bertanya kepada si mba, ini pakai gula apa? gula pasir? Ternyata air gula yang dimaksud adalah Glukosa 75 gram yang dilarutkan dalam 250ml air.

“harus habis ya mba ifa” kata si mba sambil cengar cengir. “jangan sampe muntah” tambahnya lagi sambil berlalu masuk ke dalam ruangan meninggalkanku.

Salah strategi!!! aku malah mencium aromanya dulu. Hueeekkkk!!!! harusnya tutup hidung dan langsung minum. huuuffttt… terlanjur kecium airnya seperti bau apek. Mau tidak mau aku menenggaknya, belum ada 1/4 rasa tidak nyaman menyerang leherku. Manis banget banget banget.

“Minuman apa inih! aku ngga pernah ngerasain minuman aneh kaya gini seumur-umur” umpatku dalam hati.

Okelah, demi Elang, demi apapun juga yang menyemangatkanku, aku habiskan satu gelas penuh Si Air Gula yang aneh itu. Setelahnya, aku berjalan meninggalkan laboratorium untuk kembali menuju ruang kerja ku.

Waktu berlalu, rasa ngga nyaman semakin lama semakin terasa. Mual, Pusing, Eneg, Celeng, semua bergelayut mengelilingiku. Mencoba untuk tidak merasakannya, tapi ngga bisa bohong kerasa banget semaputnya. Enaknya langsung di bawa tiduran nih, tapi kondisi tidak memungkinkan. Ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan. Aku mengalihkannya dengan tetap menyelesaikan pekerjaan yang ada dihadapanku, hahahahaha tidak sampai 2 menit aku menyerah! aku memang butuh merebahkan badanku, sudah tidak kuat rasanya.. mual yang teramat sangat!

Aku menggelar selembar sajadah sebagai alas dan sebuah bantal kecil milik Udul, untukku merebahkan badan. Tapi ternyata, belum sempat badan ini menyentuh alas tersebut, tiba-tiba…. ada dorongan dari dalam perut yang memaksakan diri untuk mengeluarkan isi yang ada didalamnya. HUUEEEKKKkkk!!!!!!!! aku tak sempat berlari ke kamar mandi. Aku pasrah saja memuntahkan cairan putih bening yang cukup banyak di lantai sebelah mejaku๐Ÿ˜ฆ

Haahhhh..aku segera minta tolong bantuan Cleaning Service untuk membersihkannya, untungnya saat itu ruangan kerja sedang sepi. Lalu aku juga bergegas membersihkan diri. Setelah beres semua, aku telepon bagian laboratorium. “mba, aku muntah. keluar semua air gulanya” kataku. “Berarti harus minum lagi, ayo kesini.. masih kuat ngga?” kata mba-nya. “Ngga mauuuu” aku menjawab. “wah harus minum lagi. atau diulang aja ya hari senin. puasa dulu 10 jam, trus minum lagi”

oh maaaayyyyy!!!!! x_X

Gagal sudah dan harus diulang. Berarti harus minum Si Air Gula yang aneh itu lagi. Hmmm..harus cari strategi nih, biar ngga muntah. Kata temanku, Dokdul, untuk selanjutnya minta dilarutkan dengan air sedikit aja, ngga usah sampai satu gelas. Mungkin memang lebih pekat saat diminum, tapi setidaknya mengurangi resiko muntah.

Suka tidak suka, aku memang harus menjalani itu lagi. HARUS! aku sudah janji dengan dr.Ika,SpOG bahwa dalam waktu 2 minggu harus sudah ada hasil lab yang beliau minta. TTGO itu wajib sepertinya untuk ibu hamil, karena TTGO itu dapat diindikasikan untuk diabetes pada kehamilan (diabetes gestasional). Banyak di antara ibu-ibu yang sebelum hamil tidak menunjukkan gejala, tetapi menderita gangguan metabolisme glukosa pada waktu hamil. Nah! penting untuk menyelidiki dengan teliti metabolisme glukosa pada waktu hamil yang menunjukkan glukosuria berulangkali, dan juga pada wanita hamil dengan riwayat keluarga diabetes, riwayat meninggalnya janin pada kehamilan, atau riwayat melahirkan bayi dengan berat lahir > 4 kg. Skrining diabetes hamil sebaiknya dilakukan pada umur kehamilan antara 26-32 minggu. Kalau untuk ibu hamil dengan risiko tinggi dianjurkan untuk dilakukan skrining lebih awal.

Sekian dulu sharing tentang Si Air Gula yang aneh itu.. Semoga saat disodorkan air itu lagi, kejadian seperti sebelumnya tidak terulang. Males juga kalau harus diulang sampai tiga kali, empat kali, lima kali?? ahh tidak tidakk….๐Ÿ˜ฆ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s