Perjuangan pun Dimulai!

Saat ini, aku sedang duduk di meja kerjaku, di depan komputer kesayanganku.. padahal waktu sudah menunjukan pukul 20:56

Ya.. malam ini aku disarankan untuk tetap tinggal di rumah sakit, karena tahap persalinan awal ku sudah dimulai

Cerita ini berawal di waktu pagi, Selasa 12 Februari 2013

Hari ini tepat usia kehamilanku 38 minggu, jadwalnya aku kontrol ke dr.satrio. Minggu lalu dr.satrio berpesan agar aku melakukan CTG terlebih dulu sebelum periksa ke Poli Obsgyn. Maka saat aku tiba di kantor, segera saja aku menuju Ruang Bersalin (VK) untuk bertemu dengan Bidan yang bertugas saat itu dan minta untuk di CTG.

Hari senin siang sebelumnya, aku juga mampir ke VK, aku melapor diri bahwa pada hari jumat aku mendapati diriku nge-flek coklat. Memang agak telat laporannya, harusnya saat hari jumat itu juga, aku segera meluncur ke VK untuk memeriksakan diri.  Senin siang, aku di CTG. hasilnya janin reaktif tetapi belum ada kontraksi apa-apa, sehingga aku tidak di “periksa dalam”. Kata Mba Misbah, Bidan yang sedang bertugas saat itu. Pemeriksaan dalam itu rasanya sedikit tidak nyaman, maka sebaiknya kalau tidak kontraksi tidak perlu di lakukan, dia kasihan sama aku katanya.hehehehe

Lanjut ke cerita hari ini!

Jam 9 kurang aku mulai di CTG, kali ini di temani oleh suamiku.

2013-02-12 08.53.35

Lucu sekali liat ekspresinya, dia surprise banget denger suara detak jantung dengan volume suara yang cukup besar sampai terdengar ke luar ruangan. Suara CTG memang berbunyi detak jantung janin, alat ini untuk melihat kesejahteraan bayi didalam perut. Yang aku rasakan sih, kalau bayi bergerak suara detak jantung itu terdengar lebih kencang dan lebih cepat. CTG memerlukan waktu 30 menit, lalu di liat grafik yang seperti gunung-gunung.  Hasilnya bagus, janin reaktif, belum ada kontraksi, tetapi kalau berdiri perut kontraksi. Ya! memang, aku lebih sering merasakan perutku kencang dan keras jika berdiri atau duduk. Dr. Satrio muncul di Ruang VK, memegang perutku, lalu berkata “kalau berdiri kerasa juga ya, coba sekalian di periksa dalam”

Akhirnya aku dipersiapkan untuk periksa dalam juga. Aku diminta membuka celana lalu dengan posisi kaki mengangkang, Bidan memasukkan 2 jarinya kedalam vaginaku. Ouch! dalam hatiku, begini ya rasanya di periksa dalam atau yang biasa di sebut VT. Cukup dalam kedua jari mba misbah masuk, memang sedikit kurang nyaman, tp aku mencoba untuk menahan dengan menarik nafas dan merilekskan diri. Sudah pembukaan 1 cm longgar retro. Wakksss! apa artinya itu? Ternyata aku sudah pembukaan 1, retro berarti masih ke arah belakang serviks, hmmm rasanya aku tidak terlalu paham. Tapi intinya, aku sudah pembukaan satu dan proses menuju ke pembukaan dua itu biasanya berlangsung lama. Ada yang 1 hari, 2 hari, bahkan seminggu. Tapi tidak jarang juga dalam hitungan jam. Oke! setelah di beritahu, rasanya seneng banget! Ga menyangka ternyata sudah pembukaan satu. Berarti tinggal hitungan hari saja.

Aku sempat berpikir, kok sudah pembukaan satu tapi aku tidak pernah  merasakan mulas atau kontraksi yang menyakitkan seperti cerita orang-orang? ahhh.. bukannya itu bagus? berarti aku diberi kelancaran oleh Allah SWT dengan tidak mengalami hal-hal yang menyakitkan, mungkin juga Elang yang sangat berperan menjaga agar Bunda tidak kesakitan. Ya Allah terima kasih, semoga tetap dilancarkan dan dimudahkan sampai nanti aku benar2 sudah melahirkan. Amin

Setelah selesai di observasi di VK, aku turun ke Poli Obsgyn untuk bertemu dengan dr.Satrio. Dr.Satrio menjelaskan lagi bahwa kalau sudah pembukaan 4 baru siap-siap masuk ruangan VK. Lalu aku diperiksa dengan alat USG sepeti biasa. Minggu ini Elang beratnya 3,2 kg. wahh sudah naik 300gr dari minggu sebelumnya. Aku bilang kalau aku mulai cuti minggu depan, lalu dokter menyarankan agar aku tidak perlu bekerja lagi, jadi tadi dikasih surat sakit untuk istirahat 3 hari deh.

Selesai kontrol, perasaan campur aduk dan senang. Berita bahagia aku sudah pembukaan satu, Ayah juga rasanya sangat senang, buktinya dia sibuk sekali mengabari orang-orang kalau aku sudah bukaan satu dan kelahiran Elang tinggal beberapa hari lagi.

Aku melanjutkan bekerja seperti biasa. Tidak ada keluhan yang berarti, aku masih ceria, senyam senyum, tertawa, ngobrol seperti biasanya. Memang kadang sedikit perut keras dan kencang tapi tidak kuat dan menyakitkan, aku masih bisa menahannya dan menikmatinya. Tulang vagina ku memang sedikit agak ngilu, tapi yaa it’s oke lah, namanya juga sudah bukaan satu, mungkin wajar jika ada rasa ngilu-ngilu seperti itu.

Waktu menunjukan pukul 17.30, aku lupa belum sholat ashar, karena keasyikan membuat risalah rapat tadi pagi. Aku bergegas menuju musolah, tapi sebelumnya aku mampir ke toilet. Saat aku selesai buang air kecil, aku mendapati tissu yang aku gunakan bernoda lendir dan darah segar! Panik sekali! karena aku belum pernah keluar darah sebanyak itu sebelum-sebelumnya

2013-02-12 17.36.14

Aku langsung bergegas kembali ke Ruang VK untuk memberitahukan kepada bidan. Saat itu yang sedang berjaga adalah Bu Sulis. Bu Sulis minta aku gant baju bersalin dan memberitahukan bahwa aku akan lahiran subuh nanti. GUBRAAAKKKK!!!! rasanya kaya disambar petir. Gimana bisa lahiran subuh, kan baru tadi pagi pembukaan satu. Akhirnya hanya bisa menebak-nebak dulu, karena harus di cek lagi dengan CTG dan VT, apakah sudah ada kenaikan pembukaan.

Jam 18.00 aku di CTG lagi, senangnya aku ditemani teman-teman yang sudah seperti kakak2ku sendiri. Hasil CTG ada kontraksi yang kuat, tapi hanya satu kali, selebihnya normal. Lalu aku di VT kembali, saat akan mulai di VT tiba-tiba perutku mulas sekali, dan kencang seperti papan meja. Hufffftttt diraba lagi lah seperti yang dilakukan di pagi hari. Ternyata aku sudah pembukaan dua.

Pembukaan dua longgar, portio tebal lunak. Dan aku diminta untuk tetap stay di RS, karena kalau pulang jarak yang harus ku tempu juga cukup jauh. Bu Sulis langsung melapor ke dr.Satrio via telepon, katanya ngga apa-apa, dan aku harus di observasi lagi 6 jam kedepan sekitar jam 1 malam.

Baiklah, sampai aku menulis di blog ini, aku masih berada di Rumah Sakit, masih bisa tersenyum, belum merasakan sakit yang berarti. Semoga akan terus seperti ini ya Allah, Elang ayoo kita sama-sama berjuang ya.. Bunda sayang Elang, Bunda senang sekali Elang ingin cepat-cepat bertemu Bunda.

Bismillah, beberapa jam ke depan segalanya bisa terjadi, aku tidak pernah tau seperti apa yang akan terjadi, tapi insya allah aku sudah pasrahkan semua kepada Allah, lillahitaala…

Bismillahirahmanirrahim..

Aku dan Elang pasti bisa melewati semua ini!

 

Ruang Marketing, Selasa 12 Februari 2013

21:35 WIB

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s