Menanti, Memasrahkan, Sebuah Mukjijat dan MELAHIRKAN! Part 1

Melanjutkan cerita “Perjuangan pun di mulai!” sebelumnya, nyatanya sebuah perjuangan tidak semudah membalik telapak tangan. Tanggal 12-13 febuari aku menghabiskan waktu di RS, menunggu dan mengharap pembukaan persalinanku yang sudah diangka 2 bertambah. Proses melahirkan memang sangat unik! tidak pernah ada yg bisa memprediksi. Perkiraan orang-orang yang ada disekitarku, kalau kelahiran anakku tinggal menghitung jam saja,nyatanya sampai hari Rabu (13-02-13) pembukaanku tetap di angka 2. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah saja, karena merasa kondisi psikis yang down jika harus menunggu atau menginap lagi di RS.

Yap! keputusanku sangat tepat. Rumah adalah tempat terbaik untuk memulihkan kondisi psikis yang sedang menurun. hmmm kenapa aku bilang psikisku down? jujur, saat aku tau bahwa aku sudah pembukaan 2, pikiranku yang tadinya amat sangat tenang berubah menjadi pengharapan yang berlebihan agar persalinan segera terjadi. Rasanya ingin cepat-cepat pembukaan bertambah-bertambah dan bertambah, sehingga aku bisa segera bertemu Elang. Sayangnya, harapanku itu tidak beriringan dengan kemajuan pembukaan atau penipisan portio. Selama observasi 2 hari 1 malam di RS, sekitar 7 kali  di periksa dalam atau VT (Vaginal Touch), untungnya setiap di VT aku merasa cukup nyaman2 saja. Cerita para bidan, beberapa ibu hamil adanya kurang suka kalau di VT, merasa kurang nyaman atau sakit. Oya VT itu memasukkan tangan ke dalam jalan lahir ibu untuk memantau perkembangan proses persalinan. Dan selama 7 kali VT dalam 6-8 jam sekali, jawaban yang ku dapat tetap sama : Pembukaan 2 longgar, Portio tebal lunak, Sedikit retro. Saat itu, dr. Satrio sempat memeriksa langsung, beliau berkata ada kemungkinan aku di caesar. Hahhh??!! kok bisaa??? Banyak pertanyaan dalam pikiranku, kayanya aku baik-baik saja, keinginanku untuk lahir normal juga cukup kuat, harusnya bisa, kenapa di bilang kemungkinan akan di caesar?? sebelum otak dalam pikiranku ini terbelit-belit dengan pertanyaanku sendiri, dokter segera menjelaskan bahwa “tulang simfisis atas agak nge-PAS. kalau ngepas, kepala bayi kemungkinan tidak bisa lewat atau mentok. tapi kita tetap coba normal deh ya” Sabar..sabar..sabaaarrrr.. begitulah hati kecilku menguatkan! Harapanku begitu besar sekali, menanti-nanti agar persalinan itu segera terjadi. Dan aku sangat menginginkan bisa melahirkan secara normal.

MENANTI, menghabiskan waktu di rumah dengan tetap melakukan kegiatan seperti biasanya. Jalan kaki setiap pagi dan sore, senam hamil, jongkok berdiri setiap habis solat (katanya bisa mempercepat persalinan) dan tetap memperhatikan gerakan janin serta kontraksi.

Collage 2013-03-13 22_21_34

Janin tetap aktif dan kontraksi tetap ada 7 menit sekali tapi tidak kuat hanya berlangsung 25-40 detik sekali kontraksi dan aku sama sekali tidak merasakan mulas atau sakit jika kontraksi seperti ibu-ibu hamil pada umumnya. Ibuku bilang “kalau masih gagah, cengar-cengir kaya gini si emang belum waktunya melahirkan. Kalau udah cemberut dan ga bisa di ajak ngomong, baru mau lahir beneran” -,- ada benernya juga si.

IMG_20130313_202539

“Elang sayaaang, kamu mau keluar kapan nak? Bunda, Ayah dan semua keluarga sudah menanti dan siap menyambut Elang kalau mau keluar kapanpun” aku mencoba mengajak bicara janinku, ahh ku pikir apa mungkin Elang mau keluar di tanggal 18 Febuari, sama seperti tanggal lahirku.hehehe tapi sampai tanggal itu tiba, Jagoan kecil tak kunjung muncul, sudah hampir seminggu aku masih saja di pembukaan dua, semakin cemas dan bingung, ada apa? kenapa selama ini ga maju-maju ya? Ayah mengalihkan beban pikiranku dengan memberi surprise merayakan kecil-kecilan ulang tahunku yang ke 23.hehehe masih sempet-sempetnya ya..tp memang harusnya menanti pembukaan itu jangan dijadikan beban pikiran, karena pembukaan justru malah ga nambah-nambah.huehehe pengalaman!

IMG_20130218_191529

“Selamat Ulang Tahun” hihihihi seru juga kalau Elang lahir saat itu, Ibu dan anak punya tanggal lahir yang sama. Tapi semua Allah yang punya kuasa, belum waktunya.. begitulah hati kecilku menyabarkan.

Selasa, 19 febuari 2013. Hari ini tepat seminggu sudah aku menanti. Aku kontrol ke dr.satrio, sesuai jadwal kontrol seperti biasa. Usia kehamilanku memasuki 39 minggu. Aku di CTG dan di VT kembali dan ajaiiibbbbb!!! kontraksi menghilang! Tidak ada kontraksi sama sekali. hasil VT tetap sama seperti seminggu yang lalu. Dokter memeriksa janinku, beratnya sudah 3,3kg sekarang. Aku, Ayah dan dokter berdiskusi, bagaimana selanjutnya? Dokter menjelaskan “sebenarnya ini seperti kode -mungkin kode disini maksudnya kode dari janin yang tidak turun ke panggul karena tulang panggul yang agak sempit- tanda persalinan bukannya semakin maju dan kuat, malah mundur. Kalau mau tetap coba normal, ga apa-apa kita tunggu sampai usia 40 minggu. Tapi saya tidak rekomendasi untuk di induksi ya, karena cuma sakit doang” Kurang lebih dokter menjelaskan seperti itu.

Hmmm memang sih,aku cari beberapa referensi di internet, luas tulang panggul menjadi salah satu syarat untuk lahir normal. Tapi ibu hamil yang memiliki panggul sempit tidak selalu akan lahir dengan caesar, karena masih ada kemungkinan. Misalnya berat janin yang tidak terlalu besar, walau tulang panggulnya sempit mungkin masih bisa kepala janin melewatinya. Tapi untuk kondisi ku saat ini, aku nemasrahkan saja, walau aku punya keinginan yang sangat kuat ingin lahir normal, tapi di lihat dari indikasi medis yang tidak memungkinkan, rasanya aku harus merubah pikiran dan mental. “dok, berapa persen keberhasilannya kalau saya tetap mau lahir normal?” aku bertanya kembali untuk menguatkan keputusan yang akan kami ambil. “kira-kira 25 persen”. Baiklah, saat itu juga kami tau keputusan apa yang harus kami ambil.

Rencana untuk operasi caesar pada hari Jumat, 22 Februari 2013 pukul 07.30. Sudah registrasi untuk di jadwalkan dan di koordinasikan ke bagian-bagian terkait di RS. Dan mulai check in hari Kamis malam agar bisa dilakukan persiapan operasi seperti cek lab dll.

Aku punya waktu 2 hari (rabu dan kamis) untuk menyiapkan diri dan mental. Jujur aku takut mau di operasi, karena ini adalah yang pertama kalinya. Walau banyak testimoni bilang bahwa lahir caesar itu ga sakit, tapi tetep aja, takut!

Hari Rabu dilewati dengan biasa saja. Tidak ada kontraksi dan mules yang berarti. Mencoba untuk tetap rileks dan tenang menghadapi tindakan hari Jumat nanti, banyak-banyak berdoa agar diberikan kelancaran dan kemudahan.

Kamis, 21 Febuari 2013. SEBUAH KEAJAIBAN! sehabis solat subuh, tiba-tiba aku merasakan kontraksi yang sangat kuat sekali. Sangat sakit dan mulessss! Aku belum pernah merasakan sesakit itu. Lalu keluar lendir darah segar. Wah! ini seperti tanda-tanda persalinan! tapi aku tidak terburu-buru untuk segera meluncur ke RS. Aku takut ini hanya tanda persalinan palsu.hehe Aku tetap menghitung kontraksi dan gerakan janin. Pagi itu kontraksi 20 menit sekali. Menjelang pukul 10.00 kontraksi meningkat 7 menit sekali selama 40-60 detik tiap kontraksinya. Dan saat pukul 12.00 kontraksi menjadi 5 menit sekali. Rasanya sakit dan mules, udah ga bisa senyum, cengar-cengir, pucat dan agak malas kalau di ajak ngomong. “Kalau mama liat ini udah keliatan mau lahiran, ga kaya kemarin” kata ibuku. Apa mungkin Elang masih ingin berjuang untuk lahir normal sebelum aku benar-benar akan di caesar besok pagi?? Baiklah nak, mari kita sama-sama berjuang jika ini pertanda aku akan melahirkan dengan cara normal.

Bergegas berangkat ke RS. dalam perjalanan aku perhatikan kontraksi semakin kuat, 5 menit sekali dengan durasi 60 detik. Anakku semangat ingin lahir normal, aku harus ikut mendukung dan membantunya! seperti itu aku menyemangati diriku sendiri ketika kontraksi datang.

Pukul 15.00 aku sampai di RS.

IMG_20130313_202859

Aku di CTG terlebih dahulu, kontraksi sudah 3 menit sekali dan teratur, pembukaan 4. tapi kata bidannya itu baru setengahnya saja, belum kontraksi orang mau dekat lahiran. what??!! sesakit dan semules ini baru setengahnya? ya robbi, beginikah perjuangan menjadi ibu??  Tiba-tiba aku menjadi sedih sekali dan semakin sayang melihat mama. Mama, Ibu dan Suamiku yang ada disamping, tak henti mulutnya berdzikir dan berdoa untukku. Aku harus menunggu 4 jam kemudian untuk di observasi kembali. Waktu kok rasanya lambaaaaatttt sekali, kontraksi semakin lama semakin kuat. Sampai untuk bernafas saja aku kepayahan. Takbir, Doa, Dzikir, Ayat Kursi, serta tarik-hembus napas yang diajarkan di senam hamil aku terapkan, tapi memang luar biasaaa rasanya. Menjelang magrib badanku menggigil, sesak napas dan agak pusing, mungkin ini efek dari menahan sakit saat kontraksi. Aku perhatikan jam dinding di sebelahku, kontraksinya sudah 2 menit sekali.

IMG_20130313_201322

Menunggu jam ke angka 8. dr.Satrio pun datang dan langsung periksa dalam. Aku tidak tanya lagi apakah pembukaanku naik atau tidak, karena aku sudah pasrah saja dan menikmati rasa mules ini… “nikmattt bangeett” subhanallahhh..

(cont~)..

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s