Menanti, Memasrahkan, Sebuah Mukjijat dan MELAHIRKAN! Part 2

“Langsung disiapin operasi ya”

Sambil meringis dan fokus pada rasa mulas yang sedang kurasa, aku mendengar dokter memberi instruksi kepada bidan untuk menyiapkan operasi. Aku sudah tidak kepikiran lagi untuk banyak bertanya ini itu saat dr. Satrio menghampiri, beliau berkata “kita majukan ya, operasi jam 10 nanti. kasian nahan sakit kalau nunggu sampai besok pagi”

Baiklah, berarti operasi dimajukan dan aku sangat paham sekali. Persalinan normal rasanya memang sudah tidak bisa di paksakan, walau pembukaan sudah maju, tapi kepala janinku tidak turun-turun, banyak resiko yang mungkin akan didapat jika tetap dipaksakan untuk tetap bersalin normal dengan kondisi jalan lahir yang agak sempit ini.

Persiapan operasi segera dilakukan oleh para bidan dan perawat. Tinggal menunggu 2 jam lagi, jam di dinding menunjukan pukul 20.00 saat itu. Kalau caesar yang terjadwal, maka pasien harus puasa tidak boleh makan dan minum 6 jam sebelumnya, tapi karena aku cito (mendadak) dan makan terakhirku di jam 18.00, berarti aku hanya puasa 4 jam saja. hmm.. tapi katanya tidak masalah kok. Sambil tetap merasakan dan menikmati kontraksi yang sudah 2 menit sekali ini, aku jalani segala macam persiapan sebelum masuk ke kamar operasi. mulai dari ganti baju, pasang infus, suntik obat (katanya biar ga muntah karena aku ga puasa), test skin alergi dll.

Collage 2013-03-13 20_20_56

IMG_20130313_225133(1)

Persiapan sudah selesai, form2 persetujuan tindakan juga sudah dilengkapi. Tinggal menunggu waktunya saja.

Pukul 21.50 masuk kamar operasi. Bismillah! dalam hati aku persiapkan diri dan mentalku dengan terus berdoa. Aku memang belum pernah di operasi tapi aku cukup familiar dengan suasana kamar operasi dan ceasar itu sendiri. Aku pernah men-shoot temanku waktu lahiran dengan caesar.

Ruangan berwarna hijau yang cukup dingin menyambutku saat masuk ke dalam. Hal pertama yang dilakukan adalah pindah ke tempat tidur yang sudah disiapkan khusus untuk tindakan. Dibantu beberapa perawat tapi aku masih bisa membawa diriku sendiri untuk bergerak berpindah tempat. Segera saja aku diserbu beberapa alat (entahlah apa saja itu namanya) di kanan-kiri tanganku. Lucunya setiap kontraksi datang aku selalu meminta agar mereka berhenti sejenak, dengan mengucap sambil tersengal2 : “duh! duh! bentar mba! aku kontraksi.. tunggu sampe reda yaa”. Kedua tanganku, di bagian atas dada sudah terpasang beberapa alat, saat itu masih belum di bius. Bius dilakukan oleh Dokter Spesialis Anestesi, dr.Priambodo,SpAn. Aku diminta untuk duduk, lalu sang dokter memberikan arahan, aku membelakangi beliau tapi aku mendengar suara saat memberi arahan sangat menenangkan. Aku merasa tulang punggung bawah di raba, mungkin untuk di cari titiknya. “yak, akan terasa dingin ya disini” dokter memberikan infomasi dan benar sedetik kemudian aku merasa dingin. “tarik nafas ya, jangan bergerak, tahan tahan” DEGGG!!! sepanjang kaki kanan refleks seperti tersetrum. Aku tetap berusaha ga gerak sedikitpun, erat-erat sekali memeluk bantal yang diberikan perawat. Sepertinya yang tadi itu adalah suntikan. Aku tidak dibius total, hanya sebagian saja. Rasanya memang kurang nyaman, tapi saat obat mulai dimasukkan rasa ga nyaman sedikit berkurang. Makin lama aku tidak merasakan perut mules dan sakit lagi. Dag-dig-dug sekali, takut kalau udah di bius tapi ga kebal.hahaha “coba naikkan kaki kanannya” aku naikkan kaki kanan. “coba naikkan lagi kakinya, udah terasa berat belum?” “belum dok, ini saya masih bisa gerakin jempol, jangan disayat dulu ya dok” aku sedikit ketakutan. hahahaha “coba sekarang angkat lagi kakinya” aku coba angkat kaki kananku, tapi beratttttt sekali. “coba angkat kaki kiri” aku coba angkat kaki kiri, sama saja tidak bisa keangkat. “berasa kaya kesemutan ya kakinya?” tanya dokter. “iya dok” aku menjawab dengan gugup. wahh rasanya semakin takut. Aku sempat lihat dr.Pri memberikan kode ke dr.Satrio yang aku arti sebagai tanda -pasiennya udah siap di buka nih-. “Kita mulai ya fa, bismillahirahmanirrahim” aku dengar suara dr.Satrio dan aku mengikuti mengucap basmalah. Aku merasa seperti ada yang sedang menggambar garis lurus menggunakan pinsil tumpul di perut bawahku, tidak sakit! tapi memang terasa. Mungkim saat itu dokter sedang membuka perut, yang aku tau panjangnya sekitar 10cm saja. Makin lama aku merasa agak pusing dan mual, aku coba untuk tetap tenang menatap lampu kamar operasi. Menunggu..menunggu..hmm.. sebentar lagi aku akan bertemu anakku. Tiba-tiba suasana menjadi agak “ramai”. Perutku terasa didorong-dorong ke arah bawah. Lagi-lagi, tidak sakit! tapi terasa kurang nyaman. Rasanya kaya ada yang mengaduk-aduk isi perutku.hehehe *lebay* Lalu terdengar suara tangisan bayi.ahhhhhhhhh itu Elang!!! Anakku lahir!!!” :’) pengen cepet2 lihat dan gendong. Tapi pasti Elang dikasih ke dokter anak dulu, diperiksa, dibersihkan dan diselimuti. Aku mengucap hamdalah, aku jadi IBU sekarang!!!
“mba ifa mau IMD ga?” kata perawat. IMD itu inisiasi menyusui dini, bayi baru lahir ditaro diatas perut ibu, lalu bayi mencari puting dan mulai menghisap pertama kalinya. Susu ibu yang keluar diawal berwarna kuning, itu kolostrum! bagus banget buat bayi loh. Kalau lagir caesar, IMD bisa dilakukan dengan melihat kondisi ibu dan bayi.
Suara tangisan bayi semakin keras ku dengar, Elang datang menghampiri. Perawat membantu meletakkan bayiku di atas dada, di dekatkan ke puting. Seketika tangisan Elang berhenti. Subhanallah, aku terharu bangettt!! Elang diam sambil mulutnya mencoba menghisap putingku. Hangat rasanya bisa bersentuhan kulit dengan anakku. Belum lama aku menikmati melihat anakku,tiba2 rasa mual menyerang. Ga ada daya untuk menahannya. “mba2 aku mau muntahh, ga tahan banget mba” dan benar saja aku muntah lalu setelah itu aku seperti tertidur. Aku ga tau apa yang terjadi. Mungkin dokter menyelesaikan jaitannya menutup perutku. Elang juga pasti sudah dibawa keluar, ke tempat yang lebih hangat, untuk bertemu Ayah dan Nenek yang menunggu di luar dan pastinya Ayah akan mengadzaninya.
Collage 2013-03-13 22_44_56
Saat aku membuka mata, operasi sudah selesai. Aku sedang disiapkan untuk di pindahkan. Rasanya dingiiinnn banget! sampe badanku menggigil kedinginan. Tapi itu ga berlangsung lama, saat di ruang pemulihan, selimut tebal dan hangat menyambutku. Hmmm.. hangat sekali, habis itu aku ga kuat lagi, mata beraattt!! dan akupun tertidur. Mungkin pengaruh obat.

Aku bangun saat menanyakan jam, sudah jam 23.30 sekitar 1 jam aku tertidur. Aku dipindahkan ke ruang perawatan. Bagaimana rasanya pasca operasi?? hmmmm.. sulit dideskripsikan. Aku belum bisa menggendong Elang, bahkan aku diminta untuk tetap tidur dengan kepala tidak boleh lebih tinggi dari badan selama 12 jam!

IMG_20130313_225341

 

Jumat, 22 Februari 2013 jam 09.00 malaikat kecilku datang! Elang diantar perawat ke tempat ibunya. waaahhh bahagia bangettt bisa liat elang lagi! Aku belum bisa bangun. Bahkan miring kanan kiri pun rasanya sakit. Tapi keinginan kuat untuk bisa menyentuh dan menggendongnya, membuatku sedikit demi sedikit menaikkan tempat tidur ke posisi duduk. Kateter yang ada di bawah bikin ga nyaman, pengen di lepas aja rasanya. Tapi karena belum bisa jalan, ga boleh di lepas, nanti repot kalo mau pipis. Oya kateter baru boleh dilepas setelah 24jam! alamakk!!

IMG_20130313_224909

Aku minta kalau boleh kateter dilepas lebih cepat, supaya aku bisa belajar untuk berdiri dan jalan. Alhamdulillah sore sudah boleh dilepas. Dan aku semangat untuk bisa berlatih angkat kaki, miring kanan-kiri, duduk, nurunin kaki dari tempat tidur, berdiri, jalan 1 langkah, jalan 3 langkah, jalan ke toilet dan Yeyyy!! akhirnya hari itu juga aku sudah bisa mobile bergerak kesana kemari, walau belum maksimal sih. Lelet gitu gerakannya. Sakit bo! rasanya perut perih benerrr!
Aku minta Elang rawat gabung denganku, jadi seharian Elsng bersamaku, paling kalau mandi aja dia turun ke kamar bayi.

Mulai belajar menyusui, alhamdulillah ASI ku deras sekali. tinggal belajar pelekatannya aja nih, kemonnn Elang susu bunda banyak!! Serbuuuu!!!

Selama perawatan di RS banyak hal baru yang aku rasa kan. Banyak belajar, belajar dan belajar Bahagiaaaaaaaaaa bangettt!!!

Hari ketiga aku sudah boleh pulang. Elang sehat! Ibu juga sehat! Alhamdulillahhhhhhh…

Elang Faeyza Zaheer Wijaya
Lahir : Kamis, 21 Februari 2013, Pukul 22:06
Berat Lahir : 3,1kg
Panjang : 49 cm
di Rumah Sakit Asri – Jl. Duren Tiga No.20
Dokter Kandungan : dr. Satrio Dwi Prasodjo,SpOG
Dokter Anak : dr. Ina Zarlina, SpA

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s