HAPPY BIRTHDAY AYAH ELANG!!!!!!

Birthday Cake Ayah

Birthday Cake Ayah

 

Selamat Ulang Tahun Ayah Wijaya sayang!!!!

Agak susah juga kasih surprise kalo udah tinggal serumah gini, ga bisa ngumpet2an, atau ngatur strateginya sulit bener, secara diperhatiin terus, ditanyain dimana, lg apa, sms siapa. hadeeeehhhhh..hahahahaha

Cuma bisa pesen kue diem-diem sama sepupu, kue juga minta diantar deket2 sama jalan pulang kerumah karena mau diambil pas pulang kerja aja jadi ga ketawan. Calling-callingan sama ibu, ayah, kakak, dan adik-adik untuk kasih surprise party di rumah, ibu juga katanya mau bawain nasi kuning untuk pelengkap sebagai rasa syukur. sayangnya dari keluargaku berhalangan hadir, tetapi mereka juga menitipkan doa untuk kesuksesan dan kesehatan ayah, dan titip salam untuk semua yang hadir. Finally, surprise party pun berhasil.hehehehehehe

Seneng banget liat ekspresi Ayah, yang kegirangan kaya anak kecil dapet kado.hihihihihi

Selamat Ulang Tahun ke- 24 Ayah, Semoga sehat, sukses selalu, dan menjadi imam yang bijaksana dan dewasa untuk keluarga kecil kita..

 

Kecups,

Bunda dan Elang

bday ayah

MPASI Elang 6 bulan +

Karena Bundanya Elang seorang pekerja yang kudu berangkat dari pagi pulang malam, tapi tetep keukeuh ga mau kasih Elang dengan makanan instan. Jadilah makanan Elang dibuat di hari minggu. Di stok masukin freezer untuk satu minggu ke depan.

Apa saja makanan yang bisa di simpan bekukan?

Banyak! Jadi mommies yang bekerja ga usah galau yak, biarpun kita bekerja, tapi tetap bisa mempersembahkan makanan untuk sang anak hasil buatan sendiri, siapa yang ga bangga bisa kasih makanan anaknya yang udah pasti terjamin kualitas dan mutunya udah gitu plus-plus lagi, plus cinta plus dibikin pake hati, pake keringet sendiri kadang-kadang.hehehehe yaa tapi ga sampe ngucur2 kena makanan juga, ini Bundanya Elang aja yang lebay.hehehehe

Frozeen Food MPASI Elang

 

Nah untuk minggu ini aku ngebekuin air kaldu ayam, puree ubi ungu, apel, pir, zukini, wortel. Stok untuk 1minggu kedepan. Oya buburnya aku buat sebelum berangkat kerja, tadinya mau ikut-ikutan pakai Gasol, tepung beras organik yang hits banget dikalangan ibu-ibu yang ngasih anaknya MPASI, katanya gasol itu non instan. Tapi waktu ngobrol-ngobrol sama konselor ASI di kantor, dikasih tau katanya ngapain pakai tepung, langsung aja bikin bubur dari beras, “emangnya nanti anakmu bakal makan tepung beras terus?” selorohnya begitu,.hehehehe

Gimana sih cara bikinya?

Gampang bangetttt! *alah gaya sotoy* 😛

Kalo bayi kita masih usia 6-7 bulan makannya masih sekitaran pengenalan buah, sayur dan bubur2an. Oya lupa kasih tau MPASI ini banyak alirannya, kalo kita browsing-browsing internet, buanyaaaakkkk lg paham2 MPASI yang kadang bikin kita bingung juga, ada yang bilang MPASI dikenalin buah dulu (pisang) ada yang bilang sayur dulu biar anak kenal rasa sayur yang pahit baru dikasih rasa manis buah, supaya anak suka sama sayur, ada juga yang kasih bubur susu, sebenernya ini balik lagi ke kita sebagai emaknya yang punya kuasa penuh buat menentukan mau dikasih apa anak kita? setiap ibu pastinya selalu ingin kasih yang terbaik, jadi buat aku, apapun yang di pilih sang ibu untuk diberikan kepada buah hatinya, pasti itu yang terbaik. Hal ini juga termasuk dalam pemberian makanan instan atau non instan. judulnya kan disarankan membuat makanan anak sendiri, tetapi kalo ibunya memang ga sempat mau bagaimana lagi, pasti ibu juga punya alasan sendiri kan  😀

Basic puree itu buah-buahan atau sayur-sayuran (yang sudah sesuai dengan usia bayi untuk pemberian sayur buah) di kukus atau di rebus, lalu disaring atau bisa juga di blender, untuk awal-awal bisa dicampur dengan ASI/Sufor, supaya anak ga kaget, dan jenis makanan yang baru diperkenalkan jangan lupa aturan waktu tunggu 4 hari ya, biar ketawan anak alergi tidaknya dengan jenis makanan tersebut.

Selamat mencoba berpuree-puree ria 🙂

 

Menanti, Memasrahkan, Sebuah Mukjijat dan MELAHIRKAN! Part 2

“Langsung disiapin operasi ya”

Sambil meringis dan fokus pada rasa mulas yang sedang kurasa, aku mendengar dokter memberi instruksi kepada bidan untuk menyiapkan operasi. Aku sudah tidak kepikiran lagi untuk banyak bertanya ini itu saat dr. Satrio menghampiri, beliau berkata “kita majukan ya, operasi jam 10 nanti. kasian nahan sakit kalau nunggu sampai besok pagi”

Baiklah, berarti operasi dimajukan dan aku sangat paham sekali. Persalinan normal rasanya memang sudah tidak bisa di paksakan, walau pembukaan sudah maju, tapi kepala janinku tidak turun-turun, banyak resiko yang mungkin akan didapat jika tetap dipaksakan untuk tetap bersalin normal dengan kondisi jalan lahir yang agak sempit ini.

Persiapan operasi segera dilakukan oleh para bidan dan perawat. Tinggal menunggu 2 jam lagi, jam di dinding menunjukan pukul 20.00 saat itu. Kalau caesar yang terjadwal, maka pasien harus puasa tidak boleh makan dan minum 6 jam sebelumnya, tapi karena aku cito (mendadak) dan makan terakhirku di jam 18.00, berarti aku hanya puasa 4 jam saja. hmm.. tapi katanya tidak masalah kok. Sambil tetap merasakan dan menikmati kontraksi yang sudah 2 menit sekali ini, aku jalani segala macam persiapan sebelum masuk ke kamar operasi. mulai dari ganti baju, pasang infus, suntik obat (katanya biar ga muntah karena aku ga puasa), test skin alergi dll.

Collage 2013-03-13 20_20_56

IMG_20130313_225133(1)

Persiapan sudah selesai, form2 persetujuan tindakan juga sudah dilengkapi. Tinggal menunggu waktunya saja.

Pukul 21.50 masuk kamar operasi. Bismillah! dalam hati aku persiapkan diri dan mentalku dengan terus berdoa. Aku memang belum pernah di operasi tapi aku cukup familiar dengan suasana kamar operasi dan ceasar itu sendiri. Aku pernah men-shoot temanku waktu lahiran dengan caesar.

Ruangan berwarna hijau yang cukup dingin menyambutku saat masuk ke dalam. Hal pertama yang dilakukan adalah pindah ke tempat tidur yang sudah disiapkan khusus untuk tindakan. Dibantu beberapa perawat tapi aku masih bisa membawa diriku sendiri untuk bergerak berpindah tempat. Segera saja aku diserbu beberapa alat (entahlah apa saja itu namanya) di kanan-kiri tanganku. Lucunya setiap kontraksi datang aku selalu meminta agar mereka berhenti sejenak, dengan mengucap sambil tersengal2 : “duh! duh! bentar mba! aku kontraksi.. tunggu sampe reda yaa”. Kedua tanganku, di bagian atas dada sudah terpasang beberapa alat, saat itu masih belum di bius. Bius dilakukan oleh Dokter Spesialis Anestesi, dr.Priambodo,SpAn. Aku diminta untuk duduk, lalu sang dokter memberikan arahan, aku membelakangi beliau tapi aku mendengar suara saat memberi arahan sangat menenangkan. Aku merasa tulang punggung bawah di raba, mungkin untuk di cari titiknya. “yak, akan terasa dingin ya disini” dokter memberikan infomasi dan benar sedetik kemudian aku merasa dingin. “tarik nafas ya, jangan bergerak, tahan tahan” DEGGG!!! sepanjang kaki kanan refleks seperti tersetrum. Aku tetap berusaha ga gerak sedikitpun, erat-erat sekali memeluk bantal yang diberikan perawat. Sepertinya yang tadi itu adalah suntikan. Aku tidak dibius total, hanya sebagian saja. Rasanya memang kurang nyaman, tapi saat obat mulai dimasukkan rasa ga nyaman sedikit berkurang. Makin lama aku tidak merasakan perut mules dan sakit lagi. Dag-dig-dug sekali, takut kalau udah di bius tapi ga kebal.hahaha “coba naikkan kaki kanannya” aku naikkan kaki kanan. “coba naikkan lagi kakinya, udah terasa berat belum?” “belum dok, ini saya masih bisa gerakin jempol, jangan disayat dulu ya dok” aku sedikit ketakutan. hahahaha “coba sekarang angkat lagi kakinya” aku coba angkat kaki kananku, tapi beratttttt sekali. “coba angkat kaki kiri” aku coba angkat kaki kiri, sama saja tidak bisa keangkat. “berasa kaya kesemutan ya kakinya?” tanya dokter. “iya dok” aku menjawab dengan gugup. wahh rasanya semakin takut. Aku sempat lihat dr.Pri memberikan kode ke dr.Satrio yang aku arti sebagai tanda -pasiennya udah siap di buka nih-. “Kita mulai ya fa, bismillahirahmanirrahim” aku dengar suara dr.Satrio dan aku mengikuti mengucap basmalah. Aku merasa seperti ada yang sedang menggambar garis lurus menggunakan pinsil tumpul di perut bawahku, tidak sakit! tapi memang terasa. Mungkim saat itu dokter sedang membuka perut, yang aku tau panjangnya sekitar 10cm saja. Makin lama aku merasa agak pusing dan mual, aku coba untuk tetap tenang menatap lampu kamar operasi. Menunggu..menunggu..hmm.. sebentar lagi aku akan bertemu anakku. Tiba-tiba suasana menjadi agak “ramai”. Perutku terasa didorong-dorong ke arah bawah. Lagi-lagi, tidak sakit! tapi terasa kurang nyaman. Rasanya kaya ada yang mengaduk-aduk isi perutku.hehehe *lebay* Lalu terdengar suara tangisan bayi.ahhhhhhhhh itu Elang!!! Anakku lahir!!!” :’) pengen cepet2 lihat dan gendong. Tapi pasti Elang dikasih ke dokter anak dulu, diperiksa, dibersihkan dan diselimuti. Aku mengucap hamdalah, aku jadi IBU sekarang!!!
“mba ifa mau IMD ga?” kata perawat. IMD itu inisiasi menyusui dini, bayi baru lahir ditaro diatas perut ibu, lalu bayi mencari puting dan mulai menghisap pertama kalinya. Susu ibu yang keluar diawal berwarna kuning, itu kolostrum! bagus banget buat bayi loh. Kalau lagir caesar, IMD bisa dilakukan dengan melihat kondisi ibu dan bayi.
Suara tangisan bayi semakin keras ku dengar, Elang datang menghampiri. Perawat membantu meletakkan bayiku di atas dada, di dekatkan ke puting. Seketika tangisan Elang berhenti. Subhanallah, aku terharu bangettt!! Elang diam sambil mulutnya mencoba menghisap putingku. Hangat rasanya bisa bersentuhan kulit dengan anakku. Belum lama aku menikmati melihat anakku,tiba2 rasa mual menyerang. Ga ada daya untuk menahannya. “mba2 aku mau muntahh, ga tahan banget mba” dan benar saja aku muntah lalu setelah itu aku seperti tertidur. Aku ga tau apa yang terjadi. Mungkin dokter menyelesaikan jaitannya menutup perutku. Elang juga pasti sudah dibawa keluar, ke tempat yang lebih hangat, untuk bertemu Ayah dan Nenek yang menunggu di luar dan pastinya Ayah akan mengadzaninya.
Collage 2013-03-13 22_44_56
Saat aku membuka mata, operasi sudah selesai. Aku sedang disiapkan untuk di pindahkan. Rasanya dingiiinnn banget! sampe badanku menggigil kedinginan. Tapi itu ga berlangsung lama, saat di ruang pemulihan, selimut tebal dan hangat menyambutku. Hmmm.. hangat sekali, habis itu aku ga kuat lagi, mata beraattt!! dan akupun tertidur. Mungkin pengaruh obat.

Aku bangun saat menanyakan jam, sudah jam 23.30 sekitar 1 jam aku tertidur. Aku dipindahkan ke ruang perawatan. Bagaimana rasanya pasca operasi?? hmmmm.. sulit dideskripsikan. Aku belum bisa menggendong Elang, bahkan aku diminta untuk tetap tidur dengan kepala tidak boleh lebih tinggi dari badan selama 12 jam!

IMG_20130313_225341

 

Jumat, 22 Februari 2013 jam 09.00 malaikat kecilku datang! Elang diantar perawat ke tempat ibunya. waaahhh bahagia bangettt bisa liat elang lagi! Aku belum bisa bangun. Bahkan miring kanan kiri pun rasanya sakit. Tapi keinginan kuat untuk bisa menyentuh dan menggendongnya, membuatku sedikit demi sedikit menaikkan tempat tidur ke posisi duduk. Kateter yang ada di bawah bikin ga nyaman, pengen di lepas aja rasanya. Tapi karena belum bisa jalan, ga boleh di lepas, nanti repot kalo mau pipis. Oya kateter baru boleh dilepas setelah 24jam! alamakk!!

IMG_20130313_224909

Aku minta kalau boleh kateter dilepas lebih cepat, supaya aku bisa belajar untuk berdiri dan jalan. Alhamdulillah sore sudah boleh dilepas. Dan aku semangat untuk bisa berlatih angkat kaki, miring kanan-kiri, duduk, nurunin kaki dari tempat tidur, berdiri, jalan 1 langkah, jalan 3 langkah, jalan ke toilet dan Yeyyy!! akhirnya hari itu juga aku sudah bisa mobile bergerak kesana kemari, walau belum maksimal sih. Lelet gitu gerakannya. Sakit bo! rasanya perut perih benerrr!
Aku minta Elang rawat gabung denganku, jadi seharian Elsng bersamaku, paling kalau mandi aja dia turun ke kamar bayi.

Mulai belajar menyusui, alhamdulillah ASI ku deras sekali. tinggal belajar pelekatannya aja nih, kemonnn Elang susu bunda banyak!! Serbuuuu!!!

Selama perawatan di RS banyak hal baru yang aku rasa kan. Banyak belajar, belajar dan belajar Bahagiaaaaaaaaaa bangettt!!!

Hari ketiga aku sudah boleh pulang. Elang sehat! Ibu juga sehat! Alhamdulillahhhhhhh…

Elang Faeyza Zaheer Wijaya
Lahir : Kamis, 21 Februari 2013, Pukul 22:06
Berat Lahir : 3,1kg
Panjang : 49 cm
di Rumah Sakit Asri – Jl. Duren Tiga No.20
Dokter Kandungan : dr. Satrio Dwi Prasodjo,SpOG
Dokter Anak : dr. Ina Zarlina, SpA

Menanti, Memasrahkan, Sebuah Mukjijat dan MELAHIRKAN! Part 1

Melanjutkan cerita “Perjuangan pun di mulai!” sebelumnya, nyatanya sebuah perjuangan tidak semudah membalik telapak tangan. Tanggal 12-13 febuari aku menghabiskan waktu di RS, menunggu dan mengharap pembukaan persalinanku yang sudah diangka 2 bertambah. Proses melahirkan memang sangat unik! tidak pernah ada yg bisa memprediksi. Perkiraan orang-orang yang ada disekitarku, kalau kelahiran anakku tinggal menghitung jam saja,nyatanya sampai hari Rabu (13-02-13) pembukaanku tetap di angka 2. Akhirnya aku memutuskan untuk pulang ke rumah saja, karena merasa kondisi psikis yang down jika harus menunggu atau menginap lagi di RS.

Yap! keputusanku sangat tepat. Rumah adalah tempat terbaik untuk memulihkan kondisi psikis yang sedang menurun. hmmm kenapa aku bilang psikisku down? jujur, saat aku tau bahwa aku sudah pembukaan 2, pikiranku yang tadinya amat sangat tenang berubah menjadi pengharapan yang berlebihan agar persalinan segera terjadi. Rasanya ingin cepat-cepat pembukaan bertambah-bertambah dan bertambah, sehingga aku bisa segera bertemu Elang. Sayangnya, harapanku itu tidak beriringan dengan kemajuan pembukaan atau penipisan portio. Selama observasi 2 hari 1 malam di RS, sekitar 7 kali  di periksa dalam atau VT (Vaginal Touch), untungnya setiap di VT aku merasa cukup nyaman2 saja. Cerita para bidan, beberapa ibu hamil adanya kurang suka kalau di VT, merasa kurang nyaman atau sakit. Oya VT itu memasukkan tangan ke dalam jalan lahir ibu untuk memantau perkembangan proses persalinan. Dan selama 7 kali VT dalam 6-8 jam sekali, jawaban yang ku dapat tetap sama : Pembukaan 2 longgar, Portio tebal lunak, Sedikit retro. Saat itu, dr. Satrio sempat memeriksa langsung, beliau berkata ada kemungkinan aku di caesar. Hahhh??!! kok bisaa??? Banyak pertanyaan dalam pikiranku, kayanya aku baik-baik saja, keinginanku untuk lahir normal juga cukup kuat, harusnya bisa, kenapa di bilang kemungkinan akan di caesar?? sebelum otak dalam pikiranku ini terbelit-belit dengan pertanyaanku sendiri, dokter segera menjelaskan bahwa “tulang simfisis atas agak nge-PAS. kalau ngepas, kepala bayi kemungkinan tidak bisa lewat atau mentok. tapi kita tetap coba normal deh ya” Sabar..sabar..sabaaarrrr.. begitulah hati kecilku menguatkan! Harapanku begitu besar sekali, menanti-nanti agar persalinan itu segera terjadi. Dan aku sangat menginginkan bisa melahirkan secara normal.

MENANTI, menghabiskan waktu di rumah dengan tetap melakukan kegiatan seperti biasanya. Jalan kaki setiap pagi dan sore, senam hamil, jongkok berdiri setiap habis solat (katanya bisa mempercepat persalinan) dan tetap memperhatikan gerakan janin serta kontraksi.

Collage 2013-03-13 22_21_34

Janin tetap aktif dan kontraksi tetap ada 7 menit sekali tapi tidak kuat hanya berlangsung 25-40 detik sekali kontraksi dan aku sama sekali tidak merasakan mulas atau sakit jika kontraksi seperti ibu-ibu hamil pada umumnya. Ibuku bilang “kalau masih gagah, cengar-cengir kaya gini si emang belum waktunya melahirkan. Kalau udah cemberut dan ga bisa di ajak ngomong, baru mau lahir beneran” -,- ada benernya juga si.

IMG_20130313_202539

“Elang sayaaang, kamu mau keluar kapan nak? Bunda, Ayah dan semua keluarga sudah menanti dan siap menyambut Elang kalau mau keluar kapanpun” aku mencoba mengajak bicara janinku, ahh ku pikir apa mungkin Elang mau keluar di tanggal 18 Febuari, sama seperti tanggal lahirku.hehehe tapi sampai tanggal itu tiba, Jagoan kecil tak kunjung muncul, sudah hampir seminggu aku masih saja di pembukaan dua, semakin cemas dan bingung, ada apa? kenapa selama ini ga maju-maju ya? Ayah mengalihkan beban pikiranku dengan memberi surprise merayakan kecil-kecilan ulang tahunku yang ke 23.hehehe masih sempet-sempetnya ya..tp memang harusnya menanti pembukaan itu jangan dijadikan beban pikiran, karena pembukaan justru malah ga nambah-nambah.huehehe pengalaman!

IMG_20130218_191529

“Selamat Ulang Tahun” hihihihi seru juga kalau Elang lahir saat itu, Ibu dan anak punya tanggal lahir yang sama. Tapi semua Allah yang punya kuasa, belum waktunya.. begitulah hati kecilku menyabarkan.

Selasa, 19 febuari 2013. Hari ini tepat seminggu sudah aku menanti. Aku kontrol ke dr.satrio, sesuai jadwal kontrol seperti biasa. Usia kehamilanku memasuki 39 minggu. Aku di CTG dan di VT kembali dan ajaiiibbbbb!!! kontraksi menghilang! Tidak ada kontraksi sama sekali. hasil VT tetap sama seperti seminggu yang lalu. Dokter memeriksa janinku, beratnya sudah 3,3kg sekarang. Aku, Ayah dan dokter berdiskusi, bagaimana selanjutnya? Dokter menjelaskan “sebenarnya ini seperti kode -mungkin kode disini maksudnya kode dari janin yang tidak turun ke panggul karena tulang panggul yang agak sempit- tanda persalinan bukannya semakin maju dan kuat, malah mundur. Kalau mau tetap coba normal, ga apa-apa kita tunggu sampai usia 40 minggu. Tapi saya tidak rekomendasi untuk di induksi ya, karena cuma sakit doang” Kurang lebih dokter menjelaskan seperti itu.

Hmmm memang sih,aku cari beberapa referensi di internet, luas tulang panggul menjadi salah satu syarat untuk lahir normal. Tapi ibu hamil yang memiliki panggul sempit tidak selalu akan lahir dengan caesar, karena masih ada kemungkinan. Misalnya berat janin yang tidak terlalu besar, walau tulang panggulnya sempit mungkin masih bisa kepala janin melewatinya. Tapi untuk kondisi ku saat ini, aku nemasrahkan saja, walau aku punya keinginan yang sangat kuat ingin lahir normal, tapi di lihat dari indikasi medis yang tidak memungkinkan, rasanya aku harus merubah pikiran dan mental. “dok, berapa persen keberhasilannya kalau saya tetap mau lahir normal?” aku bertanya kembali untuk menguatkan keputusan yang akan kami ambil. “kira-kira 25 persen”. Baiklah, saat itu juga kami tau keputusan apa yang harus kami ambil.

Rencana untuk operasi caesar pada hari Jumat, 22 Februari 2013 pukul 07.30. Sudah registrasi untuk di jadwalkan dan di koordinasikan ke bagian-bagian terkait di RS. Dan mulai check in hari Kamis malam agar bisa dilakukan persiapan operasi seperti cek lab dll.

Aku punya waktu 2 hari (rabu dan kamis) untuk menyiapkan diri dan mental. Jujur aku takut mau di operasi, karena ini adalah yang pertama kalinya. Walau banyak testimoni bilang bahwa lahir caesar itu ga sakit, tapi tetep aja, takut!

Hari Rabu dilewati dengan biasa saja. Tidak ada kontraksi dan mules yang berarti. Mencoba untuk tetap rileks dan tenang menghadapi tindakan hari Jumat nanti, banyak-banyak berdoa agar diberikan kelancaran dan kemudahan.

Kamis, 21 Febuari 2013. SEBUAH KEAJAIBAN! sehabis solat subuh, tiba-tiba aku merasakan kontraksi yang sangat kuat sekali. Sangat sakit dan mulessss! Aku belum pernah merasakan sesakit itu. Lalu keluar lendir darah segar. Wah! ini seperti tanda-tanda persalinan! tapi aku tidak terburu-buru untuk segera meluncur ke RS. Aku takut ini hanya tanda persalinan palsu.hehe Aku tetap menghitung kontraksi dan gerakan janin. Pagi itu kontraksi 20 menit sekali. Menjelang pukul 10.00 kontraksi meningkat 7 menit sekali selama 40-60 detik tiap kontraksinya. Dan saat pukul 12.00 kontraksi menjadi 5 menit sekali. Rasanya sakit dan mules, udah ga bisa senyum, cengar-cengir, pucat dan agak malas kalau di ajak ngomong. “Kalau mama liat ini udah keliatan mau lahiran, ga kaya kemarin” kata ibuku. Apa mungkin Elang masih ingin berjuang untuk lahir normal sebelum aku benar-benar akan di caesar besok pagi?? Baiklah nak, mari kita sama-sama berjuang jika ini pertanda aku akan melahirkan dengan cara normal.

Bergegas berangkat ke RS. dalam perjalanan aku perhatikan kontraksi semakin kuat, 5 menit sekali dengan durasi 60 detik. Anakku semangat ingin lahir normal, aku harus ikut mendukung dan membantunya! seperti itu aku menyemangati diriku sendiri ketika kontraksi datang.

Pukul 15.00 aku sampai di RS.

IMG_20130313_202859

Aku di CTG terlebih dahulu, kontraksi sudah 3 menit sekali dan teratur, pembukaan 4. tapi kata bidannya itu baru setengahnya saja, belum kontraksi orang mau dekat lahiran. what??!! sesakit dan semules ini baru setengahnya? ya robbi, beginikah perjuangan menjadi ibu??  Tiba-tiba aku menjadi sedih sekali dan semakin sayang melihat mama. Mama, Ibu dan Suamiku yang ada disamping, tak henti mulutnya berdzikir dan berdoa untukku. Aku harus menunggu 4 jam kemudian untuk di observasi kembali. Waktu kok rasanya lambaaaaatttt sekali, kontraksi semakin lama semakin kuat. Sampai untuk bernafas saja aku kepayahan. Takbir, Doa, Dzikir, Ayat Kursi, serta tarik-hembus napas yang diajarkan di senam hamil aku terapkan, tapi memang luar biasaaa rasanya. Menjelang magrib badanku menggigil, sesak napas dan agak pusing, mungkin ini efek dari menahan sakit saat kontraksi. Aku perhatikan jam dinding di sebelahku, kontraksinya sudah 2 menit sekali.

IMG_20130313_201322

Menunggu jam ke angka 8. dr.Satrio pun datang dan langsung periksa dalam. Aku tidak tanya lagi apakah pembukaanku naik atau tidak, karena aku sudah pasrah saja dan menikmati rasa mules ini… “nikmattt bangeett” subhanallahhh..

(cont~)..

 

Happy duapuluhtigatahun!

23 tahun, yap! Hari ini aku menginjak usia 23 tahun. Tidak terasa waktu cepat berlalu yah, rasanya belum lama aku masih berseragam yang ada pitanya dan menggunakan rompi biru, dengan rambut serta poni model Dora the Explorer,pakai sepatu ukuran mini, pakai baju ala-ala princess dengan warna merah ngejreng, bermain ayunan, bermain dengan Bapak kalau lagi libur bekerja, aku dinaikkan diatas kedua telapak kakinya- dijunjung tinggi keatas- lalu Bapak dengan suara khas-nya bergumam “Eng Ing Eng, pesawat meluncurrrrr.. wuuussshhhhh” tiba-tiba adikku yang pertama datang dan minta dinaikkan juga seperti itu. “Bapak isan mau dong, gantian!!” dengan suaranya yang cempreng ngga mau kalah, huuu terpaksa deh, sebagai kakak yang paling tua, aku turun, mengalah demi adikku itu. Hihihihi

Eh, jadi mengenang masa kecil, kejadian itu saat aku masih TK, saat berumur 4 tahun. Berarti 19 tahun yang lalu Continue reading

Perjuangan pun Dimulai!

Saat ini, aku sedang duduk di meja kerjaku, di depan komputer kesayanganku.. padahal waktu sudah menunjukan pukul 20:56

Ya.. malam ini aku disarankan untuk tetap tinggal di rumah sakit, karena tahap persalinan awal ku sudah dimulai

Cerita ini berawal di waktu pagi, Selasa 12 Februari 2013

Hari ini tepat usia kehamilanku 38 minggu, jadwalnya aku kontrol ke dr.satrio. Minggu lalu dr.satrio berpesan agar aku melakukan CTG terlebih dulu sebelum periksa ke Poli Obsgyn. Maka saat aku tiba di kantor, segera saja aku menuju Ruang Bersalin (VK) untuk bertemu dengan Bidan yang bertugas saat itu dan minta untuk di CTG.

Hari senin siang sebelumnya, aku juga mampir ke VK, aku melapor diri bahwa pada hari jumat aku mendapati diriku nge-flek coklat. Memang agak telat laporannya, harusnya saat hari jumat itu juga, aku segera meluncur ke VK untuk memeriksakan diri.  Senin siang, aku di CTG. hasilnya janin reaktif tetapi belum ada kontraksi apa-apa, sehingga aku tidak di “periksa dalam”. Kata Mba Misbah, Bidan yang sedang bertugas saat itu. Pemeriksaan dalam itu rasanya sedikit tidak nyaman, maka sebaiknya kalau tidak kontraksi tidak perlu di lakukan, dia kasihan sama aku katanya.hehehehe

Lanjut ke cerita hari ini!

Jam 9 kurang aku mulai di CTG, kali ini di temani oleh suamiku.

2013-02-12 08.53.35

Lucu sekali liat ekspresinya, dia surprise banget denger suara detak jantung dengan volume suara yang cukup besar sampai terdengar ke luar ruangan. Suara CTG memang berbunyi detak jantung janin, alat ini untuk melihat kesejahteraan bayi didalam perut. Yang aku rasakan sih, kalau bayi bergerak suara detak jantung itu terdengar lebih kencang dan lebih cepat. CTG memerlukan waktu 30 menit, lalu di liat grafik yang seperti gunung-gunung.  Hasilnya bagus, janin reaktif, belum ada kontraksi, tetapi kalau berdiri perut kontraksi. Ya! memang, aku lebih sering merasakan perutku kencang dan keras jika berdiri atau duduk. Dr. Satrio muncul di Ruang VK, memegang perutku, lalu berkata “kalau berdiri kerasa juga ya, coba sekalian di periksa dalam”

Akhirnya aku dipersiapkan untuk periksa dalam juga. Aku diminta membuka celana lalu dengan posisi kaki mengangkang, Bidan memasukkan 2 jarinya kedalam vaginaku. Ouch! dalam hatiku, begini ya rasanya di periksa dalam atau yang biasa di sebut VT. Cukup dalam kedua jari mba misbah masuk, memang sedikit kurang nyaman, tp aku mencoba untuk menahan dengan menarik nafas dan merilekskan diri. Sudah pembukaan 1 cm longgar retro. Wakksss! apa artinya itu? Ternyata aku sudah pembukaan 1, retro berarti masih ke arah belakang serviks, hmmm rasanya aku tidak terlalu paham. Tapi intinya, aku sudah pembukaan satu dan proses menuju ke pembukaan dua itu biasanya berlangsung lama. Ada yang 1 hari, 2 hari, bahkan seminggu. Tapi tidak jarang juga dalam hitungan jam. Oke! setelah di beritahu, rasanya seneng banget! Ga menyangka ternyata sudah pembukaan satu. Berarti tinggal hitungan hari saja.

Aku sempat berpikir, kok sudah pembukaan satu tapi aku tidak pernah  merasakan mulas atau kontraksi yang menyakitkan seperti cerita orang-orang? ahhh.. bukannya itu bagus? berarti aku diberi kelancaran oleh Allah SWT dengan tidak mengalami hal-hal yang menyakitkan, mungkin juga Elang yang sangat berperan menjaga agar Bunda tidak kesakitan. Ya Allah terima kasih, semoga tetap dilancarkan dan dimudahkan sampai nanti aku benar2 sudah melahirkan. Amin

Setelah selesai di observasi di VK, aku turun ke Poli Obsgyn untuk bertemu dengan dr.Satrio. Dr.Satrio menjelaskan lagi bahwa kalau sudah pembukaan 4 baru siap-siap masuk ruangan VK. Lalu aku diperiksa dengan alat USG sepeti biasa. Minggu ini Elang beratnya 3,2 kg. wahh sudah naik 300gr dari minggu sebelumnya. Aku bilang kalau aku mulai cuti minggu depan, lalu dokter menyarankan agar aku tidak perlu bekerja lagi, jadi tadi dikasih surat sakit untuk istirahat 3 hari deh.

Selesai kontrol, perasaan campur aduk dan senang. Berita bahagia aku sudah pembukaan satu, Ayah juga rasanya sangat senang, buktinya dia sibuk sekali mengabari orang-orang kalau aku sudah bukaan satu dan kelahiran Elang tinggal beberapa hari lagi.

Aku melanjutkan bekerja seperti biasa. Tidak ada keluhan yang berarti, aku masih ceria, senyam senyum, tertawa, ngobrol seperti biasanya. Memang kadang sedikit perut keras dan kencang tapi tidak kuat dan menyakitkan, aku masih bisa menahannya dan menikmatinya. Tulang vagina ku memang sedikit agak ngilu, tapi yaa it’s oke lah, namanya juga sudah bukaan satu, mungkin wajar jika ada rasa ngilu-ngilu seperti itu.

Waktu menunjukan pukul 17.30, aku lupa belum sholat ashar, karena keasyikan membuat risalah rapat tadi pagi. Aku bergegas menuju musolah, tapi sebelumnya aku mampir ke toilet. Saat aku selesai buang air kecil, aku mendapati tissu yang aku gunakan bernoda lendir dan darah segar! Panik sekali! karena aku belum pernah keluar darah sebanyak itu sebelum-sebelumnya

2013-02-12 17.36.14

Aku langsung bergegas kembali ke Ruang VK untuk memberitahukan kepada bidan. Saat itu yang sedang berjaga adalah Bu Sulis. Bu Sulis minta aku gant baju bersalin dan memberitahukan bahwa aku akan lahiran subuh nanti. GUBRAAAKKKK!!!! rasanya kaya disambar petir. Gimana bisa lahiran subuh, kan baru tadi pagi pembukaan satu. Akhirnya hanya bisa menebak-nebak dulu, karena harus di cek lagi dengan CTG dan VT, apakah sudah ada kenaikan pembukaan.

Jam 18.00 aku di CTG lagi, senangnya aku ditemani teman-teman yang sudah seperti kakak2ku sendiri. Hasil CTG ada kontraksi yang kuat, tapi hanya satu kali, selebihnya normal. Lalu aku di VT kembali, saat akan mulai di VT tiba-tiba perutku mulas sekali, dan kencang seperti papan meja. Hufffftttt diraba lagi lah seperti yang dilakukan di pagi hari. Ternyata aku sudah pembukaan dua.

Pembukaan dua longgar, portio tebal lunak. Dan aku diminta untuk tetap stay di RS, karena kalau pulang jarak yang harus ku tempu juga cukup jauh. Bu Sulis langsung melapor ke dr.Satrio via telepon, katanya ngga apa-apa, dan aku harus di observasi lagi 6 jam kedepan sekitar jam 1 malam.

Baiklah, sampai aku menulis di blog ini, aku masih berada di Rumah Sakit, masih bisa tersenyum, belum merasakan sakit yang berarti. Semoga akan terus seperti ini ya Allah, Elang ayoo kita sama-sama berjuang ya.. Bunda sayang Elang, Bunda senang sekali Elang ingin cepat-cepat bertemu Bunda.

Bismillah, beberapa jam ke depan segalanya bisa terjadi, aku tidak pernah tau seperti apa yang akan terjadi, tapi insya allah aku sudah pasrahkan semua kepada Allah, lillahitaala…

Bismillahirahmanirrahim..

Aku dan Elang pasti bisa melewati semua ini!

 

Ruang Marketing, Selasa 12 Februari 2013

21:35 WIB

 

as your wife

Setahun yang lalu..

Aku dan Kamu mengikat janji untuk hidup bersama

Setahun yang lalu..

Langkah awal Aku dan Kamu memulai sebuah kehidupan yang selama ini kita berdua impikan

Hari ini, 11 Februari 2013

Aku dan Kamu yang telah hidup bersama selama satu tahun ini, berbagi suka cita dan duka, serta saling ada satu sama lainnya

you and I

Happy 1st Anniversary

Love you :*